MADANINEWS.ID, JAKARTA — Jana Sandra dikenal sebagai pendiri Rumah Donasi Jana, yang merupakan komunitas untuk membantu anak yatim dan masyarakat dhuafa. Rumah Donasi Jana memfokuskan diri pada program bantuan pendidikan, sosial, kesehatan, bencana alam, budaya, agama dan lingkungan. Kecintaannya kepada kaum dhuafa membawanya menjadi salah satu wanita yang patut menjadi inspirasi saat ini.
Kisah inspiratif Jana dalam memperjuangkan kaum dhuafa dimulai ketika ia bersama dengan 4 (empat) teman SMA-nya yang membentuk sebuah komunitas yang diberi nama ‘Tim Help Us To Help’. Komunitas ini menggalang dana dengan berjualan pakaian layak pakai yang didonasikan untuk anak-anak yatim dan pengamen di daerah Bekasi Jawa Barat. Hasil pertama kali komunitas tersebut kemudian di sumbangkan kepada pengamen yang mempunyai anak asuh sebanyak 6 orang.

“Kondisi pada waktu itu, saya dan kawan-kawan masih menggunakan uang pribadi untuk membantu, belakangan makin merasa kesulitan dikarenakan permintaan untuk meminta bantuan perlahan mulai berdatangan,” kata Jana dalam siaran pers yang diterima madaninews.id.
Dengan hanya memanfaatkan fasilitas dari ponsel pintar BBM, Jana kemudian mencoba membagikan broadcast kepada teman-temannya untuk menggalang donasi. Tanpa ia sangka usahanya mendapat respon yang menggembirakan. Banyak pihak yang membantu komunitasnya untuk membantu kaum dhuafa, mulai dari barang hingga uang. Sampai tahun 2011 Jana dan kawan-kawan di komunitasnya jemput bola mengambil barang yang akan disumbangkan ke kaum dhuafa.
Sayangnya seiring berjalannya waktu, cobaan mendera komunitasnya. Salah satu teman seperjuangan di komunitasnya menderita kanker serviks. Akibatnya, kegiatan sosial komunitasnya mulai tersendat bahkan vakum. Belakangan, beberapa temannyapun akhirnya mulai mempunyai kesibukan masing-masing.
Namun hal tersebut tak menyurutkan semangatnya untuk terus memperjuangkan kaum dhuafa. Pada tahun 2012 Jana pun memutuskan untuk tetap berjuang meski hanya sendiri dan mendirikan Rumah Donasi Jana.
“Kegiatan rutinnya menyantuni kaum dhuafa, anak yatim, janda dan lansia dalam bentuk bakti sosial dan kegiatan lainnya,’ papar perempuan yang kesehariannya berprofesi sebagai dosen ini.

Tidak hanya itu, Jana yang juga gemar bertualang ini juga bersinergi dengan komunitas lainnya untuk melakukan aksi sosial di setiap daerah yang dikunjunginya, seperti Bantu Berjamaah, Kamera Lubang Jarum Indonesia, Goodlife Society, HMC Bogor, Garuda KPP RI Cabang Bogor, Pinhole Bekasi, Komunitas Fotografi Bekasi, Rumah Pohon Activity (RPA), Komunitas Sukses Mulia (KSM) Bogor, Yun Akupuntur, Swaha Spa dan lainnya.
Hingga saat ini terhitung sudah hampir 8 tahun, Jana menghabiskan masa mudanya dengan mengabdikan diri pada kegiatan sosial dan membangun Rumah Donasi Jana sebagai bentuk kepeduliannya kepada masyarakat yang membutuhkan.
Di sela-sela kesibukannya sebagai dosen dan terkadang diminta untuk menjadi pembicara di beberapa acara seminar tentang kewirausahaan, Jana selalu meluangkan waktu untuk mencari warga yang membutuhkan bantuan dengan cara bergerilya ke pelosok-pelosok desa di sekitar Bogor dan Jawa Barat.

Sejak awal tahun 2020 ini, Jana juga telah menggalang dana untuk para korban banjir dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan jembatan di Sukabumi, pembelian unit AC Mesjid di Kebumen serta pembayaran sekolah anak-anak yatim.
“Kegiatan Rumah Donasi Jana minimal dalam setahun sekali kami mengadakan bakti sosial berupa pengobatan gratis, Paket Sembako dan Paket untuk Anak-anak yatim serta sinergi dengan teman-teman komunitas lainnya. Selain itu Rumah Donasi Jana juga menggalang dana serta menyantuni untuk Anak-anak yatim, Kaum Dhuafa dan anak-anak penderita Kanker,” terang perempuan yang juga pernah dinobatkan sebagai salah satu Six Female World Solo traveller pada 2016.
Kegiatan sosial Rumah Jana juga tetap berjalan selama pandemi virus covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal Maret lalu. Ia bersama Rumah Donasi Jana tetap melakukan kegiatan sosial di berbagai provinsi untuk membantu memerangi virus ini.
Kegiatan yang dilakukan seperti pembagian masker dan hand sanitizer di Stasiun Manggarai (Jakarta Selatan), pembagian masker gratis untuk anak-anak di Panti Asuhan Tasikmalaya (Jabar), pembagian masker untuk para pedagang di Palu (Sulsel), pembagian masker gratis dan hand sanitizer untuk Supir, ojol di Tangerang (Jabar), pembagian masker gratis di Lombok, dan pembagian masker gratis dan hand sanitizer untuk para pedagang, tukang cukur, satpam dan ojek pangkalan di Kramat Sentiong (Jakarta Pusat). Dan kegiatan ini akan menjadi agenda Jana Sandra dalam usahanya membantu masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19.
Komitmen Jana untuk membantu kaum dhuafa yang membutuhkan saat ini banyak sekali mempengaruhi hidup Jana Sandra. Seperti kata pepatah, “Membantu orang lain sama saja dengan membantu diri sendiri”.
Jana lewat Rumah Donasi Jana berkomitmen terus membantu menggalang dana bagi anak-anak penderita kanker dan anak yatim serta kaum dhuafa yang membutuhkan bantuannya.
“Dari awal saya berkomitmen untuk membantu kaum dhuafa yang membutuhkan, memang banyak tantangan saya hadapi tapi saya jalani saja dengan ikhlas, Tuhan pasti membantu saya karena saya bertujuan untuk menolong orang lain,” pungkas Jana.
Inilah salah satu contoh kisah inspiratif Kartini masa kini yang mendedikasikan dirinya untuk berbagi dengan sesama sekaligus mencerdaskan bangsa dengan caranya.
