Februari 2020, Mukisi Gelar Seminar dan Pameran Rumah Sakit Syariah

Penulis Abi Abdul Jabbar

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) tengah menyiapkan International Islamic Healthcare Conference and Expo (IHEX) 2020. Acara ini pada intinya merupakan pertemuan para pengelola jasa kesehatan beriring dengan pameran produk terkait.

Secara rinci, ada delapan agenda program di perhelatan ini: Seminar internasional rumah sakit syariah, workshop, pameran kesehatan Islam dan produk halal, pertemuan tahunan IIMA (Indonesia Islamic Medical Assosciation), Rapat kerja nasional MUKISI, Free Paper, Mukisi Award, dan Healthcare Job Fair. Penyelenggaraan konferensi internasional kesehatan Islam untuk ketiga kalinya ini mengambil tema utama “Mewujudkan SDM Kesehatan Unggul Dalam Mendukung Era Baru Pelayanan Kesehatan Bersyariah.”

“Acara mengenai kesehatan Islam itu akan digelar pada 27-29 Februari 2020 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan,” ungkap Ketua IHEX 2020 dr. Burhanuddin Hamid Darmadji, MARS Senin, 13/1/20.

IHEX 2020 ini, kata dia, mengangkat isu yang merupakan fundamental dalam membangun peradaban yaitu yaitu tentang sumber daya manusia.  Agenda ini sebagai upaya mewujudkan SDM kesehatan yang unggul dalam pelayanan kesehatan yang berbasis syariah,” ujar Hamid.

Dia mengatakan, kegiatan tersebut akan mempertemukan semua kalangan, mulai dari praktisi, akademisi, peneliti, pebisnis dan semua pemangku kebijakan terkait kesehatan Islam di Indonesia. “Agenda ini juga sebagai upaya konsolidasi dan kolaborasi potensi ummat dalam mengembangkan kesehatan Islam di Indonesia dan dunia. Kami mengharapkan yang mengikuti rangkaian acara IHEX 2020 ini hingga tiga ribu lebih peserta dari seluruh nusantara,” tandas Hamid.

Sedangkan Ketua Umum Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI), dr. H. Masyhudi AM, M.Kes mengatakan, IHEX 2020 digelar seiring perkembangan gaya hidup halal saat ini menjadi indikator kuatnya kebutuhan masyarakat akan produk dan jasa yang halal tidak terkecuali pada bidang kesehatan Islam.

“Hal ini ditandai dengan adanya penetapan rumah sakit yang tersertifikasi syariah di Indonesia. Kondisi demikian memberikan peluang, tantangan, dan potensi besar dunia perumahsakitan dan usaha penyerta lain di bidang kesehatan di Indonesia,” kata Marsyudi.

Dia menjelaskan, organisasi yang menghimpun penyelenggara kesehatan Islam, bersifat bebas dan tidak semata – mata mencari keuntungan, dijiwai dengan semangat dalam mewujudkan upaya kesehatan yang profesional, bermutu dan Islami ini sudah memiliki 500 lebih anggota dari seluruh wilayah di Indonesia.

MUKISI sendiri di tahun ini, lanjut Masyhudi, menargetkan akan ada 100 rumah sakit yang tersertifikasi syariah. Di mana pada tahun sebelumnya, MUKISI menargetkan sebanyak 50 rumah sakit tersertifikasi syariah.

“Alhamdulillah rumah sakit yang berproses (bersertifikat syariah) mencapai 54, lima di antaranya rumah sakit pemerintah,” katanya.

Dari jumlah itu, kata dia, sebanyak 22 rumah sakit telah resmi mendapatkan sertifikat syariah. Sementara sisanya masih dalam proses meliputi prasurvei, pendampingan, dan lainnya.

BACA JUGA

Tinggalkan komentar