Revitalisasi Pasar Rakyat Brunorejo, Bantu Tebar Manfaat Bagi Rakyat dan KUMKM

Penulis Irawan Nugroho

Madaninews.id, Purworejo – Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria br. Simanungkalit meresmikan Pasar Rakyat Brunorejo di Desa Brunorejo, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (7/1). Peresmian yang merupakan bagian dari program revitalisasi pasar rakyat ini, menjadi bukti akan adanya kepedulian dan komitmen dalam memberdayakan koperasi dan UMKM sebagai bagian dari pembangunan ekonomi kerakyatan.

Menurut Victoria br. Simanungkalit, Kabupaten Purworejo memiliki banyak potensi yang bisa terus dikembangkan. Selain potensi wisata yang indah, wilayah ini juga menghasilkan komoditas jagung, ubi kayu, melinjo, durian dan rempah-rempah. Di mana rempah-rempah yang dihasilkan merupakan andalan bagi 75 pabrik jamu di Jawa Tengah.

“Kami memberikan apresiasi kepada Bupati Purworejo, terutama dalam hal pemberian perijinan, penyediaan lahan dan lokasi, serta pelaksanaan program revitalisasi pasar rakyat ini. Sehingga, Pasar Rakyat Brunorejo terbangun dengan sangat baik”, kata Victoria br. Simanungkalit.

Victoria juga menyambut baik ditunjuknya Koperasi Serba Usaha AT Tauhid sebagai pengelola pasar tradisional ini. “Ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi koperasi agar bisa mengelola pasar dengan baik dan profesional. Hal ini tentunya dilakukan secara bersinergi dengan dinas terkait dan Pemerintah Daerah atau Desa”, ujar Victoria.

Sebagai Pasar Pertama Program Revitalisasi Pasar Rakyat

Menurut Victoria kembali, pasar ini merupakan pasar pertama yang diresmikan untuk Program Revitalisasi Pasar Rakyat yang dikelola koperasi melalui Tugas Pembantuan Kementerian Koperasi dan UKM Tahun Anggaran 2019. “Sehingga, harapannya pasar ini dapat memberikan manfaat besar bagi para pedagang dan masyarakat Desa Brunorejo dan sekitarnya”, jelas Victoria.

Selain itu, Victoria juga mengharapkan para pedagang dan masyarakat dapat memanfaatkan sarana yang ini dengan sebaik-baiknya. “Peliharalah kebersihan dan lingkungan pasar, serta utamakan produk lokal sehingga akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya Purworejo”, kata Victoria.

Megah dan Representatif

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Pemerintahan Kabupaten Purworejo Sumharjono mengungkapkan, Pasar Rakyat Bruno yang setahun lalu kondisinya masih sangat sederhana, saat ini telah menjelma menjadi pasar yang megah dan representatif. “Oleh karenanya, kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Purworejo mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Koperasi dan UKM yang telah memberikan Tugas Pembantuannya untuk membangun Pasar Rakyat Bruno”, ucap Sumharjono.

Sumharjono mengatakan, Pemerintah Desa Brunorejo juga turut berperan pembangunan pasar itu dengan mengalokasikan sebagian anggaran Dana Desa untuk mendukung pembangunan Pasar Rakyat Bruno.

Dana pembangunan pasar ini memang berasal dari dua sumber, yakni APBN Tugas Pembantuan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia Tahun 2019 sebesar Rp950 juta dan Dana Desa Brunorejo Tahun 2019 sebesar Rp343,4 juta. “Mudah-mudahan, dengan sinergi lintas tingkatan antar pemerintah ini, mampu mewujudkan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat”, tukas Sumharjono.

Satu hal yang pasti, lanjut dia, apa yang diinvestasikan pemerintah dalam bentuk pembangunan pasar ini, akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

Menurut Sumharjono kembali, di Kabupaten Purworejo saat ini terdapat 27 pasar daerah, dimana 19 diantaranya berada dalam kondisi 50% rusak. “Mengingat pasar-pasar tersebut sangat vital untuk kegiatan perdagangan, maka kami mohon agar pemerintah pusat dapat memberikan bantuan sebagaimana Pasar Rakyat Bruno ini. Keuangan Pemerintah Kabupaten Purworejo tidak memungkinkan untuk merevitalisasi pasar-pasar daerah secara memadai”, pungkas Sumharjono.*

BACA JUGA

Tinggalkan komentar