Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Korporasi Petani Model Koperasi, Produk Baru Kemenkop dan UKM

Irawan Nugroho
7 November 2019 | 10:33
rubrik: Indeks
Korporasi Petani Model Koperasi, Produk Baru Kemenkop dan UKM

Prof Rully Indrawan dalam acara Workshop Korporasi Petani Model Koperasi untuk Hilirisasi Pertanian, di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta –  Kementerian Koperasi dan UKM mengembangkan korporasi petani model koperasi untuk hilirisasi pertanian. Inti konsep ini adalah koperasi petani dapat mengembangkan industrinya sendiri untuk memberikan nilai tambah bagi produksinya.

Dengan demikian koperasi dapat berperan sebagai buffer atau penyangga sehingga petani terlindungi dari  permainan harga yang dapat menyebabkan kerugian bagi petani.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof. Rully Indrawan mengatakan sangat yakin koperasi petani mampu mengembangkan konsep industrialisasi dalam menjalankan  usahanya untuk kesejahteraan petani sebagai anggota koperasi. Presiden Jokowi juga memberikan arahan petani harus masuk ke industri karena di sanalah letaknya nilai tambah.

“Konsep dasarnya sederhana, petani melalui koperasi harus memiliki industrinya sendiri, dengan industri yang dimiliki oleh petani melalui koperasi maka koperasi akan mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi produk petani. Dengan demikian koperasi akan mampu berperan menjadi buffer yang akan melindungi petani dari dampak langsung pasar bebas atau peluang kerugian usaha,” kata Prof Rully Indrawan pada acara Workshop Korporasi Petani Model Koperasi untuk Hilirisasi Pertanian, di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Petani Menjadi Lebih Diuntungkan

Dengan cara itu Rully yakin dapat menjadikan petani sebagai penikmat terbesar dari nilai tambah yang tercipta dari proses pengolahan komoditi menjadi produk jadi atau bahan baku setengah jadi.

Rully menegaskan upaya mendorong petani ke arah industri sudah banyak dilakukan. Namun, keistimewaannya melalui koperasi sebagai entitas bisnis adalah kekuatan yang dapat yang mengikat petani dan koperasi.  Itu sebabnya, korporasi petani model koperasi untuk hilirisasi pertanian adalah mendorong petani melalui koperasi   untuk melakukan investasi pada industri yang dikembangkannya.

Kemenkop dan UKM telah bekerja sama dengan Agriterra dari Belanda untuk mendampingi koperasi mengimplementasikan konsep ini.  Rully berharap kerja sama ini bisa menjadi pilot project untuk mengembangkan sektor pertanian di berbagai daerah di Indonesia yang memiliki potensi sangat besar.

See also  Fenomena Anak Pencandu Rokok di Sukabumi Menjadi Perhatian IPM

Mulai Dari Level Pedesaan

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria br Simanungkalit mengatakan, ini momen yang baik mengajak peran berbagai pihak untuk berkolaborasi. Ia ingin menegaskan paradigma bahwa koperasi adalah lembaga ekonomi yang berbadan hukum yang mampu mengangkat para petani untuk maju.

“Kita ingin mengembangkan industrialisasi mulai dari level pedesaan,” kata Vicky, demikian ia kerap disapa.

Ia juga berharap dengan konsep industrialisasi produk yang dihasilkan koperasi  berstandar global. Produk beras juga bukan hanya sekedar beras, jagung bukan sekedar jagung.

“Kualitasnya harus global karena kita ingin menguasai pasar Indonesia yang penduduknya lebih dari 200 juta. Dengan korporasi pertanian ini produknya lebih banyak dan bisa melakukan ekspor sehingga neraca perdagangan baik.  Produk-produk yang dihasilkan mampu masuk dalam global value chain,” harap Vikcy.

Sebagai Langkah Awal untuk Berkolaborasi

Sebelumnya Direktur Agriterra Belanda Ces van Riij, merasa senang bisa berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM. Ia berharap momen ini bisa menjadi langkah awal untuk berkolaborasi dan menjadi mitra di Indonesia.

“Bagi saya kolaborasi adalah esensi utama dalam koperasi. Oleh karena itu dengan kita berkumpul menjadi langkah kita untuk membuat lingkungan terutama lingkungan koperasi dalam hal pengembangan pertanian supaya pertani dapat berpikir dalam mengembangkan bisnisnya,” kata Ces van Riij.

Menurutnya, untuk membuat perekonomian yang kuat di suatu negara maka sektor agrikultur harus kuat. Ia sangat bangga menjadi seorang petani dan ayahnya juga seorang petani di Belanda. Dengan kuatnya agrikultur di Belanda maka perekonomian di Belanda saat ini sangat kuat. Begitupun jika Indonesia mengembangkan sektor agrikultur maka negara ini akan menjadi kuat.*(Ed.i)

See also  Panduan Bayar Zakat Fitrah di Tengah Wabah Corona
Tags: Korporasi petani model koperasi
Previous Post

Lazismu Kembangkan Filantropreneurship untuk Berdayakan Ekonomi Ummat

Next Post

BMT Wajib Kembangkan Inovasi Layanan Keuangan

Comments 1

  1. Muhammad Amin Abdul Karim says:
    6 years ago

    Sangat menyambut baik adanya gagasan Korporasi Petani.
    saat ini saya sedang mendampingin petani kakao dan saat ini sedang dalam proses pembangunan pabrik pengolahan kakao., saat ini saya juga butuh informasi ttg model korporasi petani. yg punya pabrik adalah petani yang mengusulkan . Mohon informasinya kalau ada yg bisa bimbing ttg bgm mewujudkan Korporasi Petani,.
    trims

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks