3 Tokoh Indonesia Masuk 50 Besar Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

Penulis Abi Abdul Jabbar

MADANINEWS.ID,  JAKARTA — Royal Islamic Strategic Studies Centre Yordania kembali merilis tokoh-tokoh muslim paling berpengaruh di dunia untuk tahun 2019.

Tahun ini sekaligus memperingati 10 tahun pemilihan 500 muslim paling berpengaruh, The Muslim 500, Royal Islamic Strategic Studies Centre.

“Publikasi ini ditetapkan untuk mempertegas keberpengaruhan sejumlah muslim di masyarakat atau yang mewakili masyarakat itu. Keberpengaruhan itu adalah siapapun yang memiliki kekuasaan baik secara budaya, ideologi, keuangan, politik, dan hal lain untuk membuat perubahan yang dapat memberikan dampak signifikan bagi dunia muslim,” demikian pembukaan pada buku berjudul ‘The Muslim 500: The World’s 500 Most Influential Muslims 2019’ dikuti dari laman www.themuslim500.com.

Ada 500 tokoh masuk dalam daftar, banyak di antaranya adalah kepala negara, selain ketua organisasi, politikus, atlet, hingga selebriti.

Dalam top 50, Royal Islamic Strategic Studies Centre menempatkan 3 tokoh tanah air yakni Presiden Joko Widodo di Posisi ke-16, Ketua PBNU Said Aqil Siradj di posisi ke-20 dan ulama Kharismatik NU Habib Luthfi bin Yahya di posisi ke 37.

Dalam penjelasannya, Royal Islamic Strategic Studies Centre Jordan menyebut Jokowi sebagai pemimpin yang membudayakan blusukan atau mendatangi masyarakat langsung. Kebiasaan ini sudah dilakukan Jokowi sejak menjabat Wali Kota Surakarta dan Gubernur DKI Jakarta.

“Presiden Widodo menjadi dikenal karena kerap melakukan inspeksi mendadak untuk melihat dan mendengar langsung dari masyarakat di suatu daerah. Ini memungkinkan Jokowi untuk mendengar langsung keprihatinan dan keluhan masyarakat, sehingga menjadikannya sebagai sosok yang memiliki kedekatan dengan masyarakat,” isi penjelasan di buku tersebut.

Sementara itu Nama Ketua Umum PBNU Said Aqil sejatinya bukan kali pertama masuk daftar 500 muslim berpengaruh di dunia. Ia sudah masuk dalam jajaran ini sejak 2016, yang kala itu menempati posisi ke-18. Lalu pada 2017 ia berada di posisi 20 dan pada 2018 di peringkat 22.

Dalam buku itu, dikatakan Said Aqil adalah sosok luar biasa yang mampu mengelola 30 juta umat Muslim Nahdlatul Ulama. Prestasi ini tentu tak dapat dibilang sepele, terlebih ketika Anda mengelola kelompok yang bernaung dalam keagamaan. Di buku itu juga dijelaskan, NU dianggap berhasil menerapkan konsep Ahlisunnah wal Jamaah yang bersumber dari Alquran dan keteladanan Rasulullah SAW.

Dikatakan juga bahwa Said Aqil merupakan pemimpin yang berhasil mengomandoi suatu organisasi solid yang memiliki banyak cabang, baik di dalam mau pun di luar negeri. Dengan organisasi yang masif, Said dipercaya mampu memberikan pengaruh besar terhadap ajaran NU.

Pemilihan tokoh muslim paling berpengaruh didasarkan atas berbagai faktor, tidak hanya popularitas. Meski demikian popularitas di masyarakat menjadi poin tertinggi, oleh karena tak heran jika banyak kepala negara yang bertengger di top 50.

Selain 3 nama di atas ada juga tokoh-tokoh tanah air lainnya yang masuk di jajaran 500 muslim paling berpengaruh seperti Ketua Umum PP Muhammadiyah KH Haedar Nasir; Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand, KH Yahya Cholil Staquf; Ketua Umum MUI non-aktif, KH Ma’ruf Amin; Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin; hingga Panglima Besar Banser NU, Habib Lutfi bin Yahya.

Para tokoh tersebut dianggap memiliki andil besar dalam memperjuangkan Islam sebagai agama yang rahamatanlilalamin, dengan pengaruh, sikap, dan karyanya.

BACA JUGA

Tinggalkan komentar