Home Dunia Islam Nusantara Ketua PA 212: NKRI Bersyariah Hanya Istilah, tidak Menghiangkan Pancasila dan UUD...

Ketua PA 212: NKRI Bersyariah Hanya Istilah, tidak Menghiangkan Pancasila dan UUD 1945

Ketua PA 212 Haikal Hassan. (foto:istimewa)

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Ijtima Ulama IV Persatuan Alumni 212 yang digelar di Sentul merekomendasikan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI Syariah berdasarkan Pancasila. “Sebagaimana termaktub dalam pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 dengan prinsip ayat suci di atas ayat konstitusi agar diimplementasikan dalam kehidupan beragama berbangsa dan bernegara,” kata Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Yusuf Muhammad Martak di Lorin Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin 5 Agustus 2019.

Rekomendasi yang dibacakan Yusuf Martak kala itu merupakan bagian dari 8 poin yang dihasilkan dalam acara Ijtima Ulama. Ia menyatakan sesungguhnya semua ulama ahlusunnah waljamaah telah sepakat penerapan syariah dan penegakan khilafah serta amar maruf nahi munkar adalah kewajiban agama Islam.

Menurut Ketua PA 212 Haikal Hassan  rumusan NKRI syariah yang tertuang dalam Ijtima Ulama IV hanya istilah. Pancasila dan UUD 1945 tetap sebagai dasar negara yang sah.

“Itu cuma istilah. Jangan jadi mentang-mentang NKRI bersyariah terus Pancasila hilang gitu, ya enggak. UUD 45 ilang? Ya enggaklah,” kata Haikal usai menghadiri acara silaturahim dan dialog tokoh bangsa tentang Pancasila di Jakarta, Senin (12/08).

Butir 3.6 dalam Ijtima Ulama IV berisi kalimat “Mewujudkan NKRI yang syariah dengan prinsip ayat suci di atas ayat konstitusi”. Menurut Haikal, arti NKRI syariah yang dimaksudkan adalah tetap taat pada Allah SWT dengan tetap menjadi bangsa Indonesia.

“Itu istilah mbok ya kita itu taat pada Allah SWT. Tetep jadi bangsa Indonesia, tapi taat pada syariah Allah SWT, betul?” paparnya.

Menurut dia, NKRI sudah bersyariah hal ini ditunjukkan adanya lembaga syariah, peraturan syariah, dan lainnya.

“NKRI bersyariah, iya dong, masak enggak bersyariah. Apa kamu enggak merasakan, hari ini kita sudah bersyariah. Ada bank syariah, ada pembiayaan syariah, pernikahan juga cara syariah,” tuturnya.

Ketika ditanya apakah istilah NKRI bersyariah bertentangan dengan Pancasila, dengan tegas ia menjawab tidak. “Nggak ada dong. Nggak ada bertentangan,” ujar Haikal.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here