Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Ketua PA 212: NKRI Bersyariah Hanya Istilah, tidak Menghiangkan Pancasila dan UUD 1945

Abi Abdul Jabbar Sidik
13 August 2019 | 14:11
rubrik: Nusantara
Ketua PA 212: NKRI Bersyariah Hanya Istilah, tidak Menghiangkan Pancasila dan UUD 1945

Ketua PA 212 Haikal Hassan. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Ijtima Ulama IV Persatuan Alumni 212 yang digelar di Sentul merekomendasikan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI Syariah berdasarkan Pancasila. “Sebagaimana termaktub dalam pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 dengan prinsip ayat suci di atas ayat konstitusi agar diimplementasikan dalam kehidupan beragama berbangsa dan bernegara,” kata Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Yusuf Muhammad Martak di Lorin Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin 5 Agustus 2019.

Rekomendasi yang dibacakan Yusuf Martak kala itu merupakan bagian dari 8 poin yang dihasilkan dalam acara Ijtima Ulama. Ia menyatakan sesungguhnya semua ulama ahlusunnah waljamaah telah sepakat penerapan syariah dan penegakan khilafah serta amar maruf nahi munkar adalah kewajiban agama Islam.

Menurut Ketua PA 212 Haikal Hassan  rumusan NKRI syariah yang tertuang dalam Ijtima Ulama IV hanya istilah. Pancasila dan UUD 1945 tetap sebagai dasar negara yang sah.

“Itu cuma istilah. Jangan jadi mentang-mentang NKRI bersyariah terus Pancasila hilang gitu, ya enggak. UUD 45 ilang? Ya enggaklah,” kata Haikal usai menghadiri acara silaturahim dan dialog tokoh bangsa tentang Pancasila di Jakarta, Senin (12/08).

Butir 3.6 dalam Ijtima Ulama IV berisi kalimat “Mewujudkan NKRI yang syariah dengan prinsip ayat suci di atas ayat konstitusi”. Menurut Haikal, arti NKRI syariah yang dimaksudkan adalah tetap taat pada Allah SWT dengan tetap menjadi bangsa Indonesia.

“Itu istilah mbok ya kita itu taat pada Allah SWT. Tetep jadi bangsa Indonesia, tapi taat pada syariah Allah SWT, betul?” paparnya.

Menurut dia, NKRI sudah bersyariah hal ini ditunjukkan adanya lembaga syariah, peraturan syariah, dan lainnya.

“NKRI bersyariah, iya dong, masak enggak bersyariah. Apa kamu enggak merasakan, hari ini kita sudah bersyariah. Ada bank syariah, ada pembiayaan syariah, pernikahan juga cara syariah,” tuturnya.

See also  BNI Syariah Relokasi Kantor Cabang Veteran Makassar

Ketika ditanya apakah istilah NKRI bersyariah bertentangan dengan Pancasila, dengan tegas ia menjawab tidak. “Nggak ada dong. Nggak ada bertentangan,” ujar Haikal.

 

Tags: Haikal HasanIjtima Ulama IVNKRI BersyariahPA 212Yusuf Martak
Previous Post

Wiranto: Ikrar Setia Eks Harakah Islam, DI/TII dan NII adalah Hadiah untuk HUT RI ke-74

Next Post

Tolak NKRI Syariah, Menhan: Syariah Sudah Masuk di Sila Pertama Pancasila

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks