Home Dunia Islam Nusantara Wiranto: Ikrar Setia Eks Harakah Islam, DI/TII dan NII adalah Hadiah untuk...

Wiranto: Ikrar Setia Eks Harakah Islam, DI/TII dan NII adalah Hadiah untuk HUT RI ke-74

Menkopolhukam Wiranto bersama Anak Kartosuwiryo. (foti:istimewa)

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Menteri koordinator bidang politik, hukum dan keamanan (Menkopolhukam), Wiranto menyebut ada hadiah spesial kepada pemerintah pada perayaan 17 Agustus mendatang. Hadiah ini datang dari keluarga besar Harakah Islam Indonesia, eks Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) dan eks Negara Islam Indonesia (NII) yang berikrar kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Wiranto mengapresiasi mereka yang berikrar, sadar dan mengajak para pendukung serta simpatisannya bahwa satu-satunya ideologi di Indonesia yaitu Pancasila dan mengakui Indonesia sebagai wadah NKRI. Salah satunya diakui oleh putra Kartosuwiryo, Sarjono Kartosuwiryo.

“Pak Haji Sarjono Kartosuwiryo ini merupakan keturunan langsung Kartosuwiryo sebagai pimpinan DII/TII dan mengajak seluruh pendukungnya kembali kepada pangkuan NKRI,” kata Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (13/8).

“Inilah rasa syukur kami bahwa dengan adanya keikhlasan untuk setia tadi, maka paling tidak sudah mengurangi ancaman-ancaman kita sebagai bangsa Indonesia,” sambungnya.

Baca Juga: Mantan Harakah Islam, DI TII dan NII Ikrar Sumpah Setia pada NKRI

Mantan Panglima ABRI ini menyebutkan, pada 7 Agustus 1949, kelompok masyarakat di Tasikmalaya, Jawa Barat, memproklamirkan berdirinya NII, mereka bergabung dalam pasukan Hisbullah dan Sabilillah hingga tahun 1962. Pada tahun tersebut tentara rakyat yang memperjuangkan NII akhirnya dapat digagalkan oleh aparat.

“Acara ini sederhana, hikmat, tapi bersejarah, kenapa bersejarah karena di ulang tahun proklamasi kemerdekaan ke 74, kita mendapatkan satu bonus dari teman-teman kita yang dulu bercita-cita bukan NKRI, tapi negara Islam, mulai dari (tahun) 1949 sampai 1962, bukan main perjuangannya,” terang wiranto.

Ia berharap kesadaran semacam ini tidak hanya berlaku di kantor Menkopolhukam, tapi menyebar dan dapat diikuti oleh yang lain yang masih menduakan ideologi Pancasila. Sebab, menurut dia, masih ada embrio dari gerakan tersebut yang kini menyebar ke berbagai gerakan.

“Harapan kami gemanya ini diikuti oleh teman-teman kita yang sementara ini belum sadar, masih bermimpi untuk mengganti ideologi pancasila dengan iedologi lain dan mengganti NKRI dengan negara lain,” ujarnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here