MADANINEWS.ID, MAKKAH — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebagai Amirul hajj meninjau hotel tempat jemaah haji Indonesia menginap di Makkah, Kamis (01/08).Menag bersama delegasi Amirul Hajj tiba sekira pukul 15.00 Waktu Arab Saudi (WAS) di hotel Wehdah Al Khair di kawasan Jarwal yang dihuni oleh jemaah haji asal embarkasi Solo kloter 32-33 (SOC) sebagian besar dari Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.
Usai mengunjungi jemaah embarkasi Solo, Menag bersama delegasi Amirul hajj bergeser ke sektor 7 di kawasan Misfalah tempat para jemaah haji asal Jawa Barat menginap, yaitu hotel Rawaby Al Shrouq dan Rizq Palace.
“Alhamdulillah saya sudah melihat kamar-kamar yang mereka diami, menanyakan kepada sebagian jemaah untuk mendapatkan apa yang mereka rasakan sejauh ini,” ujar Menag Lukman.
“Saya bersyukur mereka merasa nyaman, makanan yang kita bagikan yang kita distribusikan itu secara umum mereka tidak ada keluhan bahkan mereka merasa cukup sesuai dengan selera mereka,” imbuh Menag saat ditemui awak media.
Menag juga menilai musola tempat jemaah salat dan melakukan bimbingan ibadah haji jadi cukup memadai. Bahkan Menag beserta delagasi Amirul hajj menyempatkan melaksanakan salat Ashar di musola hotel Rizq Palace di sektor 7 yang berada di kawasan misfalah tempat jemaah dari Jawa Barat menginap.
“Jadi sejauh ini hotel yang dipilih oleh tim perumahan haji untuk menempatkan jamaah kita relatif baik,” terang Menag.
“Karena memang sejak awal kita memiliki komitmen bahwa hotel-hotel yang disewa harus betul-betul tidak boleh lebih buruk dari tahun-tahun sebelumnya, minimal setara bintang 3 bahkan sebagian bintang 4 ada yang bintang 5,” pungkas Menag.
Minta Jamaah haji Jaga Kesehatan
Selain itu, Menag Lukman juga mengimbau jemaah haji Indonesia agar senantiasa menjaga keseimbangan antara ibadah dan kesehatan.
“Jangan karena semangat, setiap hari umrah terus atau tawaf terus. Tapi sebaliknya jangan karena hotelnya bagus, maka istirahat terus. Semuanya harus seimbang,” ujar Menag.
“Masing-masing kita yang mengukur sendiri. Jika merasa lelah dan kantuk, ya sudah istirahat,” imbau Menag.
Menag juga berpesan agar jemaah haji senantiasa menjaga pola hidup sehat dan kebugaran.
“Haji perlu stamina. Haji itu bukan hitungan jam dan hari. Tapi berminggu-minggu. Jamaah berada di Saudi di Armuzna. Fisik perlu dijaga,” ujar Menag didampingi delegasi Amirul hajj.
“Saya tidak jemu-jemu untuk menyerukan pada jemaah agar senantiasa menjaga keseimbangan antara
