MADANINEWS.ID, Jakarta–Pemungutan suara Pemilu 2019 telah selesai. Proses rekapitulasi perolehan suara pilpres dan pileg secara berjenjang sekarang sedang berlangsung, mulai tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga tingkat nasional tanggal 22 Mei 2019.
Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas mengatakan, Rekapitulasi manual berjenjang itulah dasar untuk menetapkan persolehan suara capres-cawapres, bukan hasil quick count maupun real count yang dilakukan secara partikelir oleh berbagai lembaga survey atau tim konstestan pemilu.
“Oleh karena itu, mari kita berpartisipasi mengawasi jalannya proses rekapitulasi dengan tetap mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya ahad (21/4).
Ia menekankan, dengan selesainya pemungutan suara, maka selesai sudah proses kompetisi pemilu. Partisipasi masyarakat harus diakhiri. “Mari kita bersatu padu kembali, guyup rukun sebagaimana karakter asli bangsa Indonesia. Sekali lagi, mari perkuat ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama anak bangsa, warga negara Indonesia). Suatu persaudaraan yang melintasi batas etnis, ras, golongan, keyakinan maupun agama,” ungkapnya.
Robikin berpesan, sukses pelaksanaan pemungutan suara serentak yang aman dan damai harus tercermin juga selama proses rekapitulasi dan usai penetapan perolehan suara capres-cawapres 22 Mei nanti. “Kita tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang maju dan berbudaya dalam berdemokrasi,” terangnya.
Dirinya menjelaskan terkait dengan Pilpres, kedua capres-cawapres beserta tim sukses dan para pendukungnya adalah para negarawan. Kedua pasang capres-cawapres dikenal sebagai sosok patriotik dan nasionalis sejati. Tidak akan ada yang rela Indonesia berduka hanya karena pilpres.
“Untuk menatap Indonesia ke depan lebih baik kami berharap silaturahmi diantara pasangan capres-cawapres, para elit politik, tokoh masyarakat dan para pemuka agama yang karena kesibukan selama masa kampanye jarang dilakukan kini dirajut kembali,” tutupnya. Tio/Kontributor.
