Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Teror di Sri lanka, MUI: Jangan Kaitkan Pelaku Kejahatan Dengan Agama yang Dianut

Abi Abdul Jabbar Sidik
21 April 2019 | 19:55
rubrik: Nusantara
MUI Desak Pemerintah Indonesia Tidak Tinggal Diam Terkait Nasib Muslim Uighur

Waketum MUI Anwar Abbas (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras para pelaku teror bom di beberapa wilayah Sri Lanka. Atas kejadian tersebut, MUI meminta kepada seluruh pihak agar tidak mengaitkan pelaku kejahatan dengan agama yang mereka anut.

“Kami meminta masyarakat dunia untuk tidak mengait-ngaitkan tindakan yang tidak beradab ini dengan agama para pelakunya,” kata Sekjen MUI, Anwar Abbas, Senin (22/4).

Menurut Anwar, tindakan para pelaku mencerminkan hilangnya rasa kemanusiaan. Ini murni perbuatan tercela dan tidak beradab serta harus ditindak dan dihentikan.

MUI berharap pihak kepolisian Sri Lanka dapat mengungkap dan menangkap para pelaku dari tindakan yang tidak berperikemanusiaan tersebut. Pelaku harus diseret ke meja hijau untuk diadili dan dijatuhi hukuman yang seberat-beratnya.

“Jangan dikaitkan dengan agama pelaku agar masalah tidak melebar kemana-mana,” pungkasnya.

MUI juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban agar mereka tetap tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan ini. Aksi terorisme terjadi di Sri Lanka, Ahad (21/4).

Seperti diketahui, sebanyak delapan bom meledak di tiga gereja, empat hotel, dan satu rumah warga. Korban tewas dilaporkan mencapai lebih dari 200 orang.

Dari delapan serangan bom, enam di antaranya terjadi dalam waktu hampir bersamaan. Menurut laporan New York Times, ledakan pertama dan yang paling dahsyat terjadi di Gereja St Sebastian, Negombo, sekitar pukul 08.45 waktu setempat.

Bom meledak saat umat Kristen Sri Lanka sedang merayakan hari raya Paskah. Seorang saksi mata di lokasi ledakan, Gereja St Anthony, Sumanapala, mengatakan asap hitam pekat mengepul dari depan pintu gereja.

Selain gereja, ledakan bom turut terjadi di tiga hotel mewah di Kolombo, yaitu Shangri-La Hotel, Cinnamon Grand Hotel, dan Hotel Kingsburry. Bom di tiga hotel itu meledak hanya berselang beberapa menit dari bom di tiga gereja.

See also  Kemenag Minta Pengelola Zakat Bersinergi Ikut Tanggulangi Kemiskinan

Bahkan, korban meninggal diperkirakan mencapai 207 orang. Sedangkan korban luka-luka sekitar 450 orang.

India Today melaporkan, 10 hari sebelum kejadian, polisi Sri Lanka sudah memperingatkan tentang potensi serangan bom. Peringatan itu menyebutkan tentang serangan teroris yang mengincar sejumlah gereja terkenal di seluruh Sri Lanka. Pihak berwenang pun sudah memperketat pengamanan.Tio/Kontributor.

Previous Post

Pemilu Timbulkan Korban Jiwa, MUI: Pilpres dan Pileg Sebaiknya Jangan Bersamaan

Next Post

BAZNAS Tampilkan Pemberdayaan Batik Tuban di Ajang Puteri Kartini 2019

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks