MADANINEWS.ID, SEMARANG — Ribuan orang yang tergabung dalam Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kota Semarang serta siswa-siswi rohani Islam SMA dan SMK se-Kota Semarang, berkumpul di Taman Budaya Raden Saleh, Sabtu (16/3).
Siang itu mereka secara khusus bersatu, untuk melakukan deklarasi menolak paham khilafah di Indonesia. Mereka pun dengan tegas menyatakan diri mendukung kepemimpinan Jokowi, sebagai Presiden Indonesia. Deklarasi tersebut mendapatkan dukungan dari Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.
Dalam kesempatan itu, M Rofi’i sebagai pewakilan AGPAII dan Dina Al Hida sebagai perwakilan Rohis SMA Kota Semarang, memimpin pembacaan deklarasi yang diikuti oleh seluruh peserta.
”Kami DPD Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Kota Semarang dan Rohis SMA – SMK Kota Semarang, mendukung penuh kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dan menolak sistem negara khilafah di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
NKRI Harga Mati !” seru mereka serentak. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang hadir dalam kesempatan tersebut, mengapresiasi sikap yang ditunjukkan oleh guru pendidikan agama Islam berserta murid rohani Islam dari seluruh Kota Semarang itu.
”Tadi seluruh guru pendidikan agama Islam dan Rohis se – Kota Semarang menyampaikan menolak Indonesia dijadikan negara khilafah. Ya inilah NKRI, kita sudah memutuskan dari zaman kemerdekaan kalau dasar negara kita Pancasila,” sambut Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang itu.
Hendi juga menyebutkan deklarasi tersebut penting sebagai sebuah penegasan Islam sebagai agama yang Rahmatan Lil ‘Alamin, yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua.
”Pesan saya satu, jangan sampai agama ini, agama Islam dipakai oleh kelompok tertentu untuk bisa meyebarkan paham Islam yang keras,” tegas Hendi.
Kepada para Guru Agama Islam dan Pelajar Rohani Islam di Kota Semarang, Hendi meminta untuk bergerak bersama memerangi hoax yang beredar di masyarakat. Pasalnya ini dapat berpotensi memecah belah bangsa, terlebih menjelang pemiluk yang akan jatuh pada 17 April 2019 mendatang.
Wali Kota Semarang itu juga mengajak kepada para guru agama Islam dan Rohis Kota Semarang, untuk mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi setelah insiden penembakan di Christchurch, Selandia Baru, Jumat kemarin. ”Kami ikut berduka dan prihatin, karena pelaku membabi buta karena benci dengan kelompok atau agama.
Jadi di sini saya minta saudaraku para guru agama dan adik-adik Rohis, untuk tidak terprovokasi atau memberikan informasi pemahaman yang salah kepada saudara kita yang lain,” ungkapnya.
