MADANINEWS.ID, JAKARTA–Industri halal Indonesia beberapa waktu terakhir memiliki daya tarik yang sangat tinggi di masyarakat. Selain faktor jumlah penduduk muslim yang besar, semakin banyak masyarakat yang menjadikan halal sebagai ‘value’ dalam kehidupan mereka.
Hal inilah yang mendorong digelarnya festival halal terbesar di Indonesia yang diberi tajuk Muslim Lifestyle Festival 2019. Festival ini menghadirkan segala bentuk gaya hidup halal, mulai dari makanan hingga produk keuangan.
“Yang ditekankan dari halal bukan hanya jenisnya, tapi juga berkaitan dengan lifestyle yang ingin dicontohkan kepada masyarakat. Yang seperti apa halal itu, untuk muslim tentu sesuatu yang diizinkan terkait Alquran,” kata Direktur Utama LIMA Events Lia Andasari saat konferensi pers Muslim Lifestyle Festival dan Islamic Tourism Expo 2019 di JCC Senayan, Jakarta, Rabu, 13 Maret 2019.
Pameran ini diselenggarakan untuk menyambut tahun baru Islam 1441 Hijriah dan akan digelar pada tanggal 30 Agustus – 1 September 2019 di Assembly, Plenary, Cendrawasih, Main Lobby, dan Lower Lobby Jakarta Convention Center (JCC).
Dengan tema “Integrasi Gaya Hidup Islami”, kegiatan ini dihadirkan sebagai wujud nyata pihak penyelenggara dalam mendorong tumbuh kembangnya industri syariah di Indonesia yang sedang berkembang seiring maraknya produk-produk halal dari berbagai sektor Industri di dalam negeri.
Direktur PT. Lima Armada Utama Deddy Andu mengaku pameran bertema muslim memang sudah banyak digelar di Indonesia khususnya di bidang mode muslim atau makanan dan minuman halal. Berbeda dengan pameran-pameran yang sudah pernah ada, Muslim Lifestyle Festival 2019 menghadirkan beragam produk dan jasa yang memberikan wawasan dan referensi mengenai industri halal.
“Sesuai dengan tema yang kita ambil tahun ini, kami berharap pameran ini mampu menjawab kebutuhan pengunjung untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup halal dalam kehidupan sehari-harinya mulai dari makanan, jasa keuangan, perjalanan wisata, kosmetika dan perawatan tubuh, dan perjalanan wisata. Untuk menjadikan pameran ini semakin lengkap, kami menggandeng Islamic Tourism Expo yang berskala internasional serta telah diselenggarakan selama bertahun-tahun,” kata Andu dalam media gathering di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/3).
Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Rachmat S. Marpaung mengatakan, kegiatan ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk lebih mendorong berkembangnya industri syariah dan halal di tanah air.
Selain itu, kegiatan ini juga dapat dijadikan sebagai ajang bagi para pelaku industri syariah untuk dapat terhubung secara langsung dengan para pelanggan maupun calon pelanggan potensial serta menambah wawasan mengenai produk dan jasa yang halal. Gelaran ini juga akan menampilkan kolaborasi dengan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI).
“Peran kami sebagai komunitas pengusaha muslim, sesuai visi dan misi kami sedapat mungkin kami ingin berkontribusi untuk menyebarluaskan ilmu tentang bagaimana pengusaha muslim melaksanakan dan mengelola usahanya sesuai dengan contoh yang diberikan oleh Rasulullah dan para sahabat. Oleh karena itu, pameran ini juga memberikan kesempatan bagi pengusaha dan calon pengusaha muslim untuk menjalin jejaring,” ujar Rachmat.
Direktur Pelaksana Islamic Tourism Expo Bambang Hamid menuturkan, dari segi pariwisata sendiri, Indonesia memiliki ratusan destinasi wisata yang apabila diolah, misalnya dengan menyediakan penginapan, makanan dan minuman halal, dapat menjadi potensi ekonomi yang sangat besar bagi Indonesia.
“Kami senang sekali jika pelaksanaan Indonesia Tourism Expo 2019 berbarengan dengan Muslim Lifestyle Festival 2019, sehingga menjadikan kegiatan ini sebagai referensi yang lengkap dengan beragam pilihan produk dan jasa halal,” tuturnya.
Muslim Lifestyle Festival 2019 dan Islamic Tourism Expo 2019 akan menempati lahan indoor dan outdoor di JCC Senayan seluas 15,000 m2 dan akan menampilkan ±500 eksibitor dari para berbagai sektor industri syariah di Indonesia.
Kegiatan ini akan digelar selama 3 (tiga) hari di Assembly, Plenary, Cendrawasih, Main Lobby dan Lower Lobby JCC, menghadirkan produk-produk multi industri, talkshow, dan workshop sebagai ajang edukasi masyarakat tentang gaya hidup halal di Indonesia, serta berbagai hiburan menarik sebagai bagian dari selebrasi gelaran perdana Muslim Lifestyle Festival 2019.
Pertumbuhan industri halal di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Hal ini didukung oleh beberapa faktor, antara lain jumlah populasi masyarakat Indonesia. Global Islamic Economy (GIE) 2017 mengungkapkan bahwa Industri syariah dan halal secara global diproyeksikan bernilai sebesar 3,081 miliar dolar di tahun 2022 sementara Indonesia dengan total populasi 261 Juta orang dengan PDB 1015,54 miliar dolar AS pada 2017 dan 87,2% warganya adalah muslim menjadikan Indonesia sebagai tempat tinggal bagi 12,7% muslim dunia.
Lebih lanjut lagi dari 6 sektor industri syariah dan halal, Indonesia hanya masuk ke top-10 negara yang industri syariahnya unggul yaitu sektor Islamic Finance, Halal Travel dan Halal Cosmetics & Pharmaceutical. Data-data ini menunjukkan betapa industri halal memiliki potensi besar di Indonesia.
Kegiatan ini merupakan pameran industri syariah dan gaya hidup halal terbesar di Indonesia yang menggabungkan konsep pameran B2B dan B2C dengan 3 fitur khusus yakni pendidikan Islam, pojok bisnis kreatif, dan konferensi.
Eksibitor yang hadir pada kegiatan ini mewakili seluruh sektor industri syariah dan halal yaitu Halal Food, Islamic Finance, Halal Travel & Tourism, Modest Fashion, Halal Media, Halal Cosmetics & Pharmaceuticals yang memiliki konsep integrasi gaya hidup Islami lengkap dengan business matching, panggung ukhuwah (silaturahmi), workshop, presentasi produk, edukasi umat, Islami playground corner, dan masih banyak acara menarik lainnya
