MADANINEWS.ID, JAKARTA — Penyelenggaraan haji dan umrah sangat berpotensi meningkatkan perdagangan Indonesia dan Arab Saudi. Hal itu diungkapkan Konsul Jenderal RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, pada rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan ibadah haji. Rapat koordinasi digelar di Ruang Sidang I gedung Kementerian Agama RI Lantai V, Jalan Lapangan Banteng Barat Jakarta, Kamis (7/2/2019).
“Ada potensi ekonomi dan perdagangan yang besar dalam penyelenggaraan ibadah haji,” kata Hery.
Menurutnya, setiap tahun diselenggarakan pameran produk Indonesia di Arab Saudi untuk menunjang penyelenggaraan haji dan umrah. Pameran itu dikatakan Hery bertujuan mengenalkan produk pangan dari Indonesia, dan terbukti mencatat transaksi yang cukup besar.
“Harapan kami supaya penyelenggaraan haji dan umrah memiliki dampak lebih luas di luar sisi ibadah. Seperti menunjang perdagangan antara Indonesia dan Arab Saudi. Pasca pameran telah terjadi kesepakatan dagang seperti komponen perlengkapan perhotelan, penjajagan pengadaan bus produk Indonesia, dan produk pangan,” ujar Hery.
Beberapa ‘trik’ agar terjadi peningkatan nilai dagang juga disampaikan oleh Hery yang telah berpengalaman menjadi diplomat lebih dari 30 tahun ini. Menurutnya saat melakukan kontrak layanan katering konsumsi jemaah haji agar penggunaan produk Indonesia perlu dituangkan secara tegas.
“Produk Indonesia wajib masuk sebagai komponen bahan baku konsumsi jemaah haji. Bahkan perusahaan katering yang tahun 2018 tidak menggunakan produk Indonesia saya usulkan diberikan sanksi berupa penundaan mengikuti lelang pengadaan konsumsi jemaah haji sehingga mereka tidak bisa mengikuti lelang konsumsi tahun 2019,” tegasnya.
Tahun lalu produk Indonesia berupa kecap, kopi, dan teh tertahan tidak dapat keluar pelabuhan dan bandara. Hery meyakinkan bahwa tahun ini telah diantisipasi dengan pengurusan izin masuk produk tersebut lebih awal.
“Agar produk kita mudah masuk ke Arab Saudi memang perlu strategi pengadaan, koordinasi dan kerjasama antar instansi, memahami skema pengadaan barang di Arab Saudi, dan beberapa hal lainnya” lanjut Hery.
Selain itu, Hery juga mengungkapkan bahwa salah satu perusahaan jasa transportasi besar di Arab Saudi akan menggunakan bus-bus produk karoseri Indonesia. Dalam waktu dekat perwakilan perusahaan tersebut akan segera melakukan penjajagan kerjasama pengadaan bus dengan dua karoseri terkemuka di Indonesia.
“Kadin Arab Saudi membuka peluang besar investasi berbagai bidang dalam menunjang penyelenggaraan haji. Ada peluang besar perusahaan Arab Saudi bekerjasama dengan pemodal asing termasuk Indonesia,” tandasnya.
Hery menuturkan perlunya Indonesia belajar dari China. Dia mengatakan bahwa 90% kain ihram dan cinderamata seperti mainan dan tasbih yang beredar di Arab Saudi merupakan produk negeri tirai bambu
