Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Hadiri Harlah Muslimat NU, Jokowi: Sudah Menjadi ‘Sunnatullah’ Indonesia Berbeda-beda

Abi Abdul Jabbar Sidik
27 January 2019 | 10:56
rubrik: Nusantara
Hadiri Harlah Muslimat NU,  Jokowi: Sudah Menjadi ‘Sunnatullah’ Indonesia Berbeda-beda

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana menghadiri Hari Lahir Ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK), Jakarta Pusat, Minggu (27/1) pagi. (foto:setkab)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Lahir Ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) serta Doa untuk Keselamatan Bangsa, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK), Jakarta Pusat, Minggu (27/1) pagi.

Dalam sambutannya  Jokowi mengatakan, negara Indonesia yang sangat besar yakni 260 juta, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Penduduk Indonesia pun bermacam-macam, majemuk, berbeda suku, berbeda agama, berbeda bahasa daerah.

Untuk itu, Jokowi menekankan pentingnya untuk menjaga nilai-nilai toleransi, saling menghargai di antara suku-suku yang ada.

Mengenai moderasi Islam, menurut Jokowi itu merupakan sikap mampu menghargai, menghormati yang memiliki perbedaan suku, bahasa, dan agama.  Dalam acara yang dihadiri ratusan ribu warga NU itu, Kepala Negara mengingatkan kembali untuk tidak saling mencela, menghina, mengejek, dan menyebarkan hoaks.

“Sudah menjadi sunatullah bahwa Indonesia ini berbeda-beda,” tutur Jokowi seraya menambahkan pentingnya menjaga ukhuwah dan persaudaraan.

Di akhir sambutannya,  Jokowi menyampaikan selamat Harlah ke-73 Muslimat NU.

Deklarasi Muslimat NU Anti Hoaks

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Agil Siradj, menyampaikan bahwa tidak ada surat dalam Alquran yang memiliki nama Arrijal, tetapi An-Nisa.

Pahlawan pertama dalam Islam, menurut Ketua Umum PB NU, yakni Sumayyah yang wafat karena mempertahankan agama.

“Sikap kita harus moderat, tidak boleh ekstrem,” ujar Said Agil.

Ia juga menambahkan agar semua saling menjaga moderasi.  “Mari kita jaga NKRI, kita jaga Pancasila. Inilah Islam yang berkarakter,” ujarnya.

Sementara Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa dari Muslimat NU telah lahir para tokoh yang berintegritas.

See also  Gusdurian Dorong Reformasi Birokrasi Jokowi Mampu Minimalisir Korupsi

“Muslimat menjadi bagian dari yang mensyukuri nikmat,” ujar Khofifah seraya menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara dengan keragaman.

Nahdlatul Ulama, lanjut Khofifah, mengajarkan tawasuth atau moderat, adanya perbedaan dapat dikurangi dengan moderasi di antara semua pihak.

“Kekuatan Muslimat NU dengan kemandiriannya. Kita bangun kemandirian dari tingkat cabang, wilayah dan pusat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Khofifah juga mendeklarasikan untuk tidak melakukan penyebaran hoaks, tidak menyampaikan fitnah dan ghibah.

“Bangun negeri ini dengan pemikiran positif,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu juga dideklarasikan Pernyataan Anti Hoaks, Fitnah dan Ghibah, yang berbunyi:

Dengan rahmat Allah Yang Mahakuasa, Kami warga Muslimat NU berikrar:

  1. Menolak hoaks, fitnah, dan ghibah yang dapat memicu perselisihan dan perpecahan bangsa;
  2. Tidak akan menyebarkan dan membuat berita bohong, ujaran kebencian, fitnah, dan ghibah;
  3. Membudayakan menyaring sebelum menyebarkan informasi yang diterima;
  4. Berpikir positif untuk menguatkan ukhuwah dan persatuan bangsa.

Turut hadir dalam kesematan itu antara Menko Polhukam Wiranto, Menag Lukman Hakim Saifuddin, KSP Moeldoko, Menteri KP Susi Pudjiastuti, Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, Menpora Imam Nahrawi, dan Gubernur DKI Anies Baswedan

Tags: Harlah Muslimat NUMuslimat NU
Previous Post

Keluar dari Penjara, Petinggi PA 212 Berharap Ahok Belajar Islam

Next Post

Dompet Dhuafa Dorong Kepeduliaan Milineal Melalui Jakarta Humanity Festival 2019

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks