Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Pengrajin Batik Gedog Terus Didorong Lakukan Inovasi

Irawan Nugroho
28 November 2018 | 11:59
rubrik: Indeks
Pengrajin Batik Gedog Terus Didorong Lakukan Inovasi
Share on FacebookShare on Twitter

Madaninews.id. Sinergi Program Kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dekranas digelar di Desa Margorejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, (26/11). Dalam sinergi tersebut, hadir Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Bintang Puspayoga, Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein, Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Rulli Nuryanto, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Mas Purnomo Hadi, dan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tuban Agus Wijaya.

Menurut Bintang Puspayoga, pengrajin batik tulis gedog Tuban diharapkan menghasilkan karya yang sesuai kebutuhan pasar tanpa meninggalkan kekhasan produk tersebut. Untuk itu, para pengrajin diminta terus melakukan inovasi agar batik gedog semakin dikenal masyarakat.

“Hasilkan produk (batik) sesuai keinginan pasar bukan keinginan sendiri. Jangan berhenti melakukan inovasi,” kata Bintang Puspayoga kepada para pengrajin.

Menurut Bintang Puspayoga  kembali, para pengrajin masih dicatat bertahan dengan pola lama baik teknik dan alat yang digunakan. Produk yang dihasilkan juga belum sepenuhnya memenuhi selera pasar. Namun demikian, Bintang yakin, dengan peningkatan kompetensi pengrajin, secara perlahan batik gedog semakin berkembang dan memenuhi selera pasar.

Batik gedog merupakan salah satu kekayaan batik di Nusantara, yang berasal dari Tuban. Batik gedog sangat khas, terbuat dari bahan dasar serat kapas, yang selajutnya ditenun dan setelah itu proses pembatikan. Budaya membatik di Tuban yang sudah berusia lebih 100 tahun ini, dicatat masih tetap lestari hingga sekarang terutama di Desa Margorejo.

Karena itu Bintang Puspayoga pun mengagumi semangat warga Margorejo, sebab sebagian besar warganya adalah pengrajin batik gedog. Tidak hanya ibu-ibu, para orang muda bahkan anak-anak menaruh minat pada kerajinan batik. Untuk itu, Dekranas kemudian memberi perhatian khusus terhadap kerajinan batik gedog karena bernilai penting dalam budaya batik di Nusantara. Hal itu ditunjukkan dengan kunjungan Ketua Umum Dekranas Mufidah Jusuf Kalla beberap bulan lalu ke Desa Margorejo.

See also  30 Inovator Muda Terpilih Ikut "Bootcamp" Pahlawan Digital UMKM

Sebagai tindak lanjut kunjungan tersebut, sehingga Kementerian Koperasi dan UKM bersinergi dengan Dekranas memberikan pelatihan vokasional dan sosialisasi kewirausahaan kepada warga Margorejo.

“Program ini diharapkan dapat mengembangkan kemampuan para pengrajin dan pemahaman tentang kualitas batik gedog semakin baik. Ke depan juga Dekranas bersinergi dengan Kemenkop dan UKM siap memberi pelatihan,” kata Bintang.

Bintang juga mengatakan Kemenkop dan UKM melalui Deputi Bidang SDM mulai tahun depan dapat melakukan program magang antar daerah dan diharapkan para pengrajin batik gedog dapat memanfaatkan program tersebut belajar ke daerah lain untuk lebih memberi pemahaman standar dan kualitas batik.

Di tempat yang sama, Deputi SDM Kemenkop dan UKM Rulli Nuryanto mengatakan pihaknya sangat mendukung program pelatihan di Desa Margorejo sebagai upaya peningkatan kualitas wirausaha sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru.

“Kemenkop dan UKM menyelenggarakan berbagai pelatihan termasuk pelatihan e-commerce. Kami harapkan warga Margorejo dapat memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produknya agar semakin dikenal luas masyarakat,” kata Rulli.

Rulli mengatakan untuk mengembangkan kewirausahan Kemenkop dan UKM telah melaksanakan Gerakan Kewirausahaan Nasional dan Gerakan Mahasiswa Pengusaha. Melalui kedua program ini, Kemenkop dan UKM telah memberikan pelatihan bagi 117.864 orang dan memberikan modal awal bagi 9.867 wirausaha pemula.*

Previous Post

Kemenkop dan UKM Bersama Agriterra Bangun Korporasi Berbasis Koperasi

Next Post

MuslimApp Jalin Kerjasama dengan Bursa Sajadah untuk Fasilitasi Ibadah Umat Islam

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks