MADANINEWS.ID, JAKARTA — Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Muhammadiyah Amin dan Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher terus berupaya memperkuat komitmen layanan dan fungsi agama di Indonesia.
Penguatan komitmen ini disampaikan oleh masing-masing pimpinan dua lembaga yang mewakili eksekutif dan legislatif tersebut dalam Rapat Koordinasi Penguatan Fungsi Agama dalam Pembangunan Nasional yang digelar Ditjen Bimas Islam di Hotel The Rinra Kota Makassar, Senin (19/11).
Hadir sebagai Narasumber, Dirjen memulai presentasinya dengan memaparkan kebijakan-kebijakan strategis Bimas Islam mulai dari bentuk bimbingan perkawinan, layanan fasilitas peribadatan, hingga pengarusutamaan kesejahteraan ekonomi umat yang berlandaskan pada kajian serta riset yang mendalam.
“Alhamdulillah Bimas Islam saat ini, khususnya dalam mengeluarkan kebijakan senantiasa beranjak dari kajian riset yang serius dan mendalam,” ungkap Dirjen.
Ditambahkannya, hal-hal tersebut dapat dilihat dari tiga pelaksanaan program yang telah dijalankan, seperti di wilayah bimbingan yang menjadikan data karakteristik psikologi dan sosiologis, serta kesehatan reproduksi sebagai materi bagi calon pengantin, jenis layanan prioritas bantuan berupa fasilitas peribadatan yang merujuk pada data lapangan yang akurat, hingga pengarusutamaan kesejahteraan umat berbasis indeks kemiskinan dan daerah 3T.
Dalam kesempatan yang sama, ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher, tak ketinggalan turut menguatkan penjelasan realisasi pelaksanaan program yang selama ini telah dijalankan oleh Ditjen Bimas Islam.
“Kami sebagai perwakilan legislatif yang mempunyai peran kontrol terhadap layananan pemerintahan khususnya jika melihat apa yg dikerjakan oleh Bimas Islam sangat memuaskan, baikndari sisi sinergi kemitraan, juga dalam pendasaran pada data saat mengambil kebijakan,” jelas Senator senior senayan ini.
Kegiatan Rakor yang diisi dengan dialog dan diskusi mendalam ini berlangsung selama 3 hari (19-21/11) dan dihadiri 200 orang, terdiri dari Pejabat Kanwil, Kasi Bimas Islam, Kepala KUA,Penyuluh Agama, Ormas Islam dan Akademisi Perguruan Tinggi Islam.
