Pendiri Sekolah Islam terpadu (SIT) AL AZKAR (TK-SD-SMP-SMAIT) di pamulang barat yang menginisiasi lahirnya Sekolah Peduli Kemanusiaan (SPK) H. Ali Rahmat mengatakan Tangerang Selatan harus menjadi bagian dari dunia global, apapun yang terjadi kita harus menentukan sikap.
“Termasuk adanya bencana baik bencana social ataupun bencana alam, kita harus menyiapkan keluarga, atau masyarakat kita untuk siap menghadapi bencana, bagi yang terkena bencana mereka harus siap siaga, kuat dan sabar” katanya, Rabu (14/11).
Sedangkan ia berpesan yang tidak kena bencana harus membantu sesuai kemampuannya. Selain itu, ia menyampaikan audah sejak awal sekolah berdiri, setiap bencana terjadi yang sebelumnya baik bencana lokal, nasional dan global dirinya mengajak semua guru, siswa untuk mengumpulkan bantuan.
“Di waktu yang lain kami undang Lembaga professional seperti ACT untuk bisa memberikan edukasi siap siaga bencana kepada guru dan murid di sekolah, ini spirit Sekolah Peduli Kemanusiaan, semoga semakin banyak sekolah lainnya yang mengikuti langkah kami,” tambahnya.
Ali optimis , jika seandainya setiap orang tua menyiapkan keluarganya paham dan membekali ilmu dengan keahlian menghadapi bencana termasuk di sekolah setiap guru mengajarkan kesiapsiagaan menghadapi bencana kepada siswa maka, Insya Allah kalaupun suatu saat terjadi bencana maka bisa minimalisasi korban jiwa dan kerugian karena bencana.
“Untuk bencana gempa Palu-Donggala Sulteng dari siswa SDIT Al AZKAR terkumpul bantuan Rp. 18.220.000,- sedangkan dari pesantren AL AZKAR terkumpul Rp. 18.116.300,-,” ungkapnya.
Sementara itu VP ACT mengapresiasi kegiatan ini, ia menjelaskan pembiasaan latihan kepedulian anak sejak dini sangat bagus, selain itu, kata dia edukasi tentang bencana dan cara menghadapinya harus dilakukan sejak dini akan sangat tepat, mengingat Indonesia adalah supermarket bencana karena hampir semua bencana ada dan pernah terjadi di Indonesia. Tio/Kontributor.
