MADANINEWS.ID, MALUKU –Rapat Evaluasi Progres Revitalisasi dan Pengembangan Asrama Haji Transit Provinsi Maluku Tahun 2018 dilaksanakan pada Kamis (15/11/2018) siang di Asrama Haji Ambon.
Rapat itu dihadiri Direktur Jenderal, Sekretaris, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Kepala Subdit Arama Haji, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, Kepala Bidang PHU dan pihak swasta pelaksana proyek revitalisasi asrama haji Ambon.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Yamin, sekaligus sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) melaporkan bahwa progres yang dicapai telah 50% lebih. Dalam sisa waktu normal 1,5 bulan komitmen akan diselesaikan tanpa opsi perpanjangan.
Sedangkan menurut Konsultan Pengawas progresnya terhitung 53,16% sampai dengan 14 November 2018. Dia yakin bahwa akhir minggu ada progres yang lebih besar.
“Upaya percepatan dilakukan dengan penambahan tenaga kerja agar tercapai target 75% sampai dengan akhir November karena sebagian besar material import dalam perjalanan,” kata salah seorang konsultan melaporkan.
Saat ini sudah ada dua shift kerja sampai malam hari dan sisa pekerjaan sebanyak 25% akan diselesaikan di bulan Desember. Sebagian material yang dipesan dari luar negeri dan Jawa, menurut laporannya, saat ini dalam proses pengiriman kapal dan akan tiba akhir bulan November.
Menanggapi itu, Sekretaris Direktorat Jenderal PHU, Ramadhan Harisman mengatakan bahwa sebetulnya struktur bangunan sudah berbentuk. Dia mengajak agar seluruh elemen bekerja keras menyelesaikan proyek ini.
“Semua pihak juga harus optimis, proyek asrama haji Ambon selesai di bulan Desember,” ajak Ramadhan kepada semua unsur yang terlibat dalam pembangunan asrama haji transit Ambon.
Namun begitu, dia tetap meminta agar kecepatan dalam mengejar target selesainya pekerjaan diikuti kualitas bangunan. Ramadahan juga mengingatkan bahwa sejatinya anggaran yang diterima merupakan amanah dari negara.
“Sebetulnya ini kepercayaan negara dan proyek yang monumental di Maluku. Maka saya berpesan harus dikerjakan sebaik-baiknya sebagai warisan kepada generasi berikutnya,” kata Ramadhan.
Sementara Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis, kembali mengingatkan bahwa dari 8 asrama haji penerima dana SBSN 2018 Maluku merupakan penerima anggaran terbesar.
“Anggaran besar juga pertaruhan besar bagi jabatan pelaksana pekerjaan terutama PPK, sehingga harus selesai dengan baik,” tegas Yanis.
Yanis juga menekankan perlunya membuat komitmen baru penyelesaian proyek.
“Saya tidak mengajari hal teknis kepada kontraktor dan pihak pelaksana pekerjaan karena harusnya semua sudah ahli dan profesional, saya hanya menekankan komitmen penyelesaian pekerjaan,” ujar Yanis menekankan
