Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Literasi Digital Tingkatkan Kepatuhan Halal

Abi Abdul Jabbar Sidik
13 November 2018 | 14:08
rubrik: Info Halal
Saudi akan Bangun Pusat Produksi Makanan halal Terbesar di Dunia

Produk Halal (ilustrasi). (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Lembaga riset Center of Halal Lifestyle and Consumer Studies (CHCS) merilis bahwa 72,5% konsumen muslim meyakini pentingnya mengkonsumsi makanan yang halal. Mereka berkeyakinan mengkonsumsi produk halal bagian dari kewajiban sebagai muslim.

Wakil Direktur Lembaga Penelitian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Ir. Muti Arintawati, M.Si., menuturkan, peran media dan kepedulian stakeholder sangat berpengaruh terhadap kepatuhan masyarakat akan produk halal.

Menurut dia, kesadaran halal meningkat terutama pada kalangan berpendidikan yang melek informasi dan regulasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH).

“Kesadaran halal bisa meningkat dengan luasnya sosialisasi tentang halal di berbagai media oleh berbagai pihak,” ujar Muti di Jakarta beberapa waktu lalu.

Selain itu, meski UU JPH masih bersifat voluntary (sukarela), sertifikat halal merupakan nilai tambah bagi keunggulan produk suatu industri. Karenanya, dengan kesadaran tersebut pelaku industri seharusnya segera mengurus sertifikat halal.

“Semakin meningkatnya jumlah produk bersertifikat halal yang menggunakan logo halal dan juga iklan produk yang memasukkan halal sebagai salah satu keunggulan produknya, hal itu akan mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat,” katanya.

Sebagai informasi, pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh relatif baik. Kontribusi industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp 540 triliun, menjadikan sektor ini salah satu penyumbang terbesar terhadap PDB RI.

Berdasarkan riset Thomson Reuters, Indonesia menempati expenditure rank peringkat pertama. Namun demikian, dari sisi player rank, peringkat Indonesia tidak masuk 10 besar. Artinya Indonesia merupakan pasar besar tanpa diimbangi oleh produsen domestik yang besar pula. Merek-merek lokal belum banyak mengisi pasar domestik.

See also  Waspada Kosmetika Haram dan Tak Tembus Air, Bisa Pengaruhi Keabsahan Shalat
Tags: Center of Halal Lifestyle and Consumer StudiesLPPOM MUI
Previous Post

Indonesia Tawarkan Penguatan Islam Wasathiyah di SOM MABIMS

Next Post

30.000 Peserta Siap Mengikuti Olimpiade Halal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks