Home Haji & Umrah Kemenag Siap Bantu Yogyakarta Bangun Asrama Embarkasi Haji, Asal…

Kemenag Siap Bantu Yogyakarta Bangun Asrama Embarkasi Haji, Asal…

Direktorat Penyelenggara haji dan Umrah kementerian Agama mengikuti Rapat Kerja bersama DPRD Yogyakarta membahas pembangunan asrama embarkasi haji Yogyakarta (foto:kemenag)

MADANINEWS.ID, YOGYAKARTA — Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah menegaskan dukungan kepada Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta yang ingin memiliki asrama haji embarkasi. Sebagaimana disampaikan oleh Direktur Jenderal PHU, Nizar, saat mengikuti Rapat Kerja bersama DPRD Yogyakarta, Selasa (6/11/2018).

Nizar hadir didampingi Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis serta Kepala Bagian Perencanaan dan Humas, Haryanto. Dirjen PHU yang dikenal luas sebagai sosok yang energik dan cerdas itu menyanggupi membangun asrama haji standar hotel berbintang tiga bila status tanahnya dihibahkan kepada Kementerian Agama.

“Asal tanahnya dihibahkan ke Kemenag kami siapkan anggarannya untuk mulai pembangunan di tahun 2020,” kata Nizar di ruang sidang DPRD Yogyakarta, Selasa (6/11) kemarin.

Nizar juga menjelaskan berbagai syarat menjadi asrama haji embarkasi. Diantaranya harus memiliki kamar yang kapasitasnya 2 kali kuota jemaah yang diberangkatkan setiap harinya. Selain itu juga memiliki aula untuk keberangkatan dan pemulangan, gudang koper dan zam-zam, kantor dan penginapan petugas.

Asrama haji harus mempunyai ruang pelayanan bea cukai, kesehatan, imigrasi, dan maskapai penerbangan. Juga ruang makan dan dapur umum, serta memiliki area manasik haji dibuat mendekati aslinya baik ukuran maupun bentuknya.

Asrama haji juga harus Masjid, laundry, dan fasilitas keamanan. Selain itu harus pupa didukung lahan parkir luas. Lahan parkir harus mampu menampung seluruh bus pengantar jemaah ke bandara serta bus/mobil keluarga yang mengantarkan jemaah.

“Masalah bangunan dan seluruh fasilitas menjadi urusan Kemenag asal ada tanah Pemprov yang dihibahkan kepada Kemenag. Luas ideal 10 hektar minimal ada 5 hektar,” jelas Nizar.

Selain itu Nizar juga mengatakan, bila embarkasi haji Yogyakarta terwujud maka keberangkatan haji secara teknis membagi embarkasi Solo.

“Sebagian wilayah Jateng seperti eks Karesidenan Banyumas dan Kedu akan masuk embarkasi Yogyakarta,” pungkasny.

Di bagian lain, Nizar juga mengatakan semua pihak harus yakin bahwa Kemenag komitmen mengembangkan asrama haji bukan hanya di Yogyakarta tapi di berbagai wilayah lainnya. Komitmen tersebut dapat dilihat saat ini hampir seluruh asrama haji di Indonesia memperoleh lucuran dana puluhan miliard untuk proyek revitalisasi asrama haji.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here