Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Peluang Yogyakarta Miliki Embarkasi Haji Terbuka Lebar

Abi Abdul Jabbar Sidik
8 November 2018 | 12:13
rubrik: Haji & Umrah
450 Jemaah Kloter 1 Embarkasi Surabaya Siap Diberangkatkan

Direktur Penyelenggaraan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, YPGYAKARTA-Peluang Yogyakarta menjadi embarkasi haji sangat besar. Menurut penuturan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar, Yogyakarta akan memiliki bandara internasional yang besar dan berpotensi mengembangkan asrama haji.

Secara teknis, peluang itu dijabarkan oleh Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis. Peluang besar DIY memiliki asrama haji embarkasi, menurut Yanis karena ada kebijakan baru penetapan embarkasi berbasis wilayah terdekat.

“Kami membuat kebijakan baru membagi jemaah dalam embarkasi berdasarkan wilayah untuk memangkas jarak tempuh, kepadatan, dan biaya,” kata Yanis di ruang Sidang DPRD Yogyakarta, Selasa (6/11/2018) sore.

Yanis juga berujar tentang embarkasi Solo (SOC). Asrama haji Donohudan yang menunjang embarkasi SOC bukan asrama milik Kemenag sehingga sulit berkembang. Apalagi akan mengembangkannya menjadi akomodasi yang setara dengan asrama haji lainnya.

“Ini juga peluang yang bisa ditangkap oleh Yogya, bila dapat menyediakan lahan yang kami persyaratkan,” tutur Yanis menambahkan penjelasannya.

Moratorium pembangunan gedung menurut Yanis memang ada, tapi untuk pembangunan fasilitas layanan publik dapat alokasi dari SBSN.

“Pembangunan asrama haji bukan semata-mata pelayanan jemaah haji tapi pengembangan masyarakat sekitar,” tandasnya.

Sementara Kepala Bagian Perencanaan dan Humas PHU, Haryanto, menjelaskan sumber pembiayaan pengembangan asrama haji berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Sejak tahun 2014 Kemenag melakukan revitalisasi asrama haji dengan dana dari SBSN.

“Sesuai roadmap pengembangan asrama haji, anggaran SBSN yang digunakan untuk revitalisaai asrama haji sejak 2014-2018 mencapai 1,747 trilyun,” ujar Haryanto.

Dana sebesar itu dialokasikan pada tahun 2014 sebsar 200 milyard, tahun 2015 sebesar 382.93 milyard dan tahun 2016 sebesar 390 milyard. Sedangkan pada tahun 2017 dianggarkan 424.58 milyard, tahun 2018 besarnya turun menjadi 349.74 milyard.

See also  Jemaah Umrah Kini Bisa Pesan Transportasi Langsung dari Hotel ke Masjidil Haram

“Tahun 2019 kita usulkan 305,6 milyard sesuai kebutuhan tiap embarkasi. Hingga saat ini telah 24 asrama haji yang menerima dana SBSN,” pungkas Haryanto

Tags: embarkasi hajiMuhajirin Yanis
Previous Post

Microsoft dan Pemerintah Siap Sinergi Untuk Pembangunan Daerah

Next Post

Kemenag Siap Bantu Yogyakarta Bangun Asrama Embarkasi Haji, Asal…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks