MADANINEWS.ID, BEKASI- Guna mendukung program sertifikasi halal Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebagai lembaga yang memegang otoritas untuk mengeluarkan fatwa halal, Laboratorium Sentral PT Sucofindo telah menyiapkan sebuah laboratorium khusus untuk mendukung sertifikasi halal.
Tuti Kusmiati, Chemist Laboratorium Pangan Sucofindo, mengatakan pihaknya saat ini banyak melayani permintaan analisa terhadap kandungan babi. Pengungkapan kandungan DNA halal dan DNA yang mengandung babi dilakukan berdasarkan besaran permintaan uji laboratorium yang masuk. Sementara, untuk analisa terhadap kandungan lainnya masih menunggu banyaknya permintaan.
“Laboratorium ini sebagai pendukung sertifikasi halal MUI, karena sertifikasi halal tetap ada prosesnya, ada audit yang lainnya,”kata Tati kepada para wartawan peserta kunjungan ke Laboratorium sentral PT Sucofindo, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Tati menjelaskan laboratorium tersebut juga tidak mengungkap kadar babi dalam sebuah makanan atau minuman. Tetapi lebih kepada apakah suatu produk positif atau negatif terhadap kandungan babi. Sebab, menurutnya, di dalam agama tak memperbolehkan sama sekali makanan atau minuman yang mengandung unsur dan kadar babi.
“Makanya dalam setiap laporan tak ada persentasenya berapa,”kata Tati.
Ia menambahkan dengan peralatan laboratorium yang sudah dimiliki, Sucofindo sudah siap bersinergi dalam mendukung proses sertifikasi halal. Peralatan yang sudah dimiliki empat tahun lalu pun sudah terakreditasi.
Sucofindo memang bukan satu-satunya Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Meski begitu, sebagai LPH yang sudah terdaftar, laboratorium sentral Sucofindo bisa digunakan oleh LPH-LPH lainnya jika tidak mempunyai laboratorium.
“Di Sucofindo kita ada ada laboratirum makanan, minuman, kosmetik, farmasi. Bahkan sampel yang lagi banyak farmasi,” tuturnya.
Dengan peralatan yang dimiliki, laboratorium sentral Sucufindo bisa menguji apakah makanan dan minuman mengandung kadar kualitas dan mutu suatu makanan, juga bisa mendeteksi apakah ada unsur DNA babi-nya atau tidak.
Menurut Kasubag Penjualan Laboratorium sentral PT Sucofindo, Ause Perthiana, melalui laboratorium mikrobiologi yang dimilikinya, pihaknya juga mampu menganalisa kualias dan mutu buah-buahan, sayur, daging dan olahannya. Termasuk farmasi seperti obat-obatan, sabun, diterjen, jamu, dan pembalut.
Sementara, untuk produk hasil pertanian, saat ini permintaan uji laboratorium yang banyak adalah mengenai beras dan gula. “Selain itu, ada juga laboratorium mainan anak dan lingkungan. Jasa unggulan lab 2018, yang paling favorit adalah uji halal terhadap mainan anak, pakaian, dan kemasan peralatan medis. Ini karena sampelnya banyak,”jelasnya.
