Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Perlu Waktu Panjang, Bio Farma Targetkan Produksi Vaksin Halal tahun 2024

Abi Abdul Jabbar Sidik
19 September 2018 | 12:18
rubrik: Info Halal
Perlu Waktu Panjang, Bio Farma Targetkan Produksi Vaksin Halal tahun 2024

Bio Farma targetkan tahun 2024 sudah produksi vaksin halal. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID, JAKARTA – PT Bio Farma, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penghasil vaksin di Indonesia menargetkan bisa memproduksi vaksin halal campak rubella atau measles rubella (MR) di tahun 2024.

“”Kita sedang berupaya mencari materialnya tetapi belum ketemu,Target kami tahun 2024 nanti harus menemukan vaksin MR yang halal,” kata Direktur Utama Bio Farma Rahman Roestan di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Selasa (18/9). Bio Farma memiliki forum riset peneliti untuk memastikan vaksin terbuat dari bahan atau material halal.

Akan tetapi jalan ini masih akan berliku, sebab Bio Farma mengaku belum menemukan material yang pas untuk dijadikan pengganti vaksin MR yang salah satunya seperti yang sebelumnya sudah diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) yakni milik Serum Institute of India (SII).

“Pembuatan vaksin perlu proses panjang, menghabiskan waktu dan sulit. Vaksin MR yang ada saat ini terbuat dari material yang tidak halal. Produksi vaksin itu perlu waktu lama, antara 15 hingga 20 tahun. Tapi kita sangat optimis bisa memproduksi vaksin MR ini di 2024,” terang Rahman.

Kami sangat concern pada kehalalan, vaksin-vaksin baru ke depannya itu akan menggunakan material-material yang tifak berdasar hewan,” lanjutnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengakui cakupan imunisasi Measles Rubella (MR) di luar Pulau Jawa jauh di bawah target. Hingga 17 September 2018, pemberian imunisasi berada di angka 49,07% dari target 85%. Beberapa provinsi yang cakupan imunisasi MR di bawah rata-rata nasional antara lain Aceh, Riau, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Kepulauan Riau dan Kalimantan Timur.

See also  Kemenag Serahkan Sertifikasi Halal Vaksin Sinovac ke Bio Farma
Tags: Bio FarmaMR Rubellavaksin halal
Previous Post

Kyai Maaruf: Masyarakat Diwajibkan Vaksin MR

Next Post

Cegah Pencemaran Biologis, KUMKM Bidang Pangan Perlu Standarisasi dan Sertifikasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks