IBADAH.ID, JAKARTA – Departemen Komunikasi, Informasi, Arsitektur Masjid dan Infrastruktur Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) merancang desain masjid anti gempa bumi.
Anggota Departemen Komunikasi, Informasi, Arsitektur Masjid dan Infrastruktur PP DMI, Ir Rachmad Widodo menyampaikan, nantinya bangunan masjid yang didesain juga bisa menggunakan bahan-bahan pabrikan.
“Bahan bakunya lebih banyak menggunakan baja ringan untuk tiang dan rangka atap. Sementara untuk dinding dan atapnya, DMI menyerahkan ke masyarakat setempat,” katanya di Jakarta, Rabu (5/9).
Artinya, Rachmad menambahkan dinding dan atap bisa dari bahan material lokal yang mudah didapat di lokasi. “Contohnya dinding bangunan masjid bisa menggunakan bambu dan atapnya bisa menggunakan seng gelombang atau asbes,” pungkasnya.
“Tapi desain yang kita usulkan bisa dibangun dalam waktu cepat, yang bisa dikerjakan kurang lebih selama satu sampai dua bulan,” terangnya.
Rachmad menjelaskan, bangunan masjid bisa dibangun dengan cepat, dengan harapan bangunan masjid yang didesain anti gempa bisa segera digunakan.
“Selain itu bangunan masjid tersebut juga didesain supaya tahan lama. Dalam proyek ini, Departemen Komunikasi, Informasi, Arsitektur Masjid dan Infrastruktur PP DMI hanya mendesain sistem rangka bangunan masjid tahan gempa,” terangnya.
Sementara, rencana kapan bangunan masjid anti gempa bumi akan di bangun di Pulau Lombok ada dibawah kewenangan Bidang Sosial Kemanusiaan PP DMI. “Mereka tengah menyiapkan berbagai persiapan untuk membangun masjid anti gempa bumi di Lombok,” tutupnya. Tio/Kontributor.
