IBADAH.ID, JAKARTA – Dalam upaya untuk mendorong UKM menjadi instrumen pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif, Indonesia melanjutkan kerjasama pengembangan “eco-innovation” dengan Korea Selatan.
Kerjasama kedua pihak direalisasikan dalam sebuah pertemuan bertajuk ASEIC Global Innovation Forum 2018 di Jakarta, Selasa (04/09). Sebelumnya, acara serupa juga pernah dihelat di Korea Selatan pada tahun 2015 silam.
Dikatakan Chairman ASEM SMEs Eco-Innovation Myung Ki Sung bahwa UKM memiliki peranan penting dalam perekonomian global dan menjadi kunci penggerak pertumbuhan dan inovasi.
“Oleh karena itu, kita perlu mendorong UKM baik di Indonesia maupun di Korea agar semakin inklusif dan memiliki masa depan yang lebih berkelanjutan,” tutur Ki Sung.
Menurut Ki Sung pengingkatan kinerja pembangunan di sebuah negara, salah satunya bisa didorong dengan partisipasi dan kontribusi UKM dan koperasi yang tinggi.
Meski ia menyadari UKM juga menghadapi beragam kendala di antaranya keterbatasan sumber daya hingga kerasnya kompetisi pasar.
Oleh karena itu, ia menilai UKM harus mulai melihat dan menggarap peluang bisnis berbasis eco-innovation.
Terkait Indonesia, Myung Ki Sung melihat potensinya yang sangat besar sebagai kantong UKM yang inovatif dan peduli lingkungan. “Indonesia dan Korea memiliki potensi untuk memperkuat kerja sama dalam bidang ini, Indonesia dengan sumber dayanya yang besar dan Korea dengan teknologi tingginya,” katanya.
Ia melihat Vietnam misalnya telah berhasil menjadi negara yang mampu mengembangkan potensi UKM-nya karena banyak melakukan transfer teknologi dengan Korea. Dengan begitu, ia berharap Indonesia bisa melakukan hal yang lebih dari itu.
Pada kesempatan yang sama Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring berharap forum tersebut mampu menghasilkan kolaborasi yang saling menguntungkan dan pihaknya siap mendukung kerja sama yang lebih erat dalam upaya mendorong pertumbuhan UKM secara berkelanjutan.
Ia menambahkan, ada tiga program terkait pengembangan UKM yang dapat dan akan dikerjasamakan antara Korea dengan Indonesia meliputi global innovation forum, pertukaran teknologi, dan business matching.
“Ini bisa dikerjasamakan bersama. Sejak lama kita sudah bekerja sama dengan baik. Indonesia punya banyak sumber daya, SDM saja mencapai 250 juta dan sumber daya alam, laut yang begitu luas dari barat ke timur. Sementara Korea punya teknologi tinggi, kita bisa match-kan, ini kombinasi yang baik, win win solution,” katanya.
Meliadi sekaligus mengundang delegasi dari Korea untuk berkunjung ke Gedung Smesco Indonesia dimana produk-produk unggulan setiap provinsi di tanah air dipamerkan secara permanen di tempat itu.
Ia berharap melalui forum tersebut dapat semakin diperkuat UKM dari sisi eco-innovation sehingga semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan yang berkelanjutan.
Reporter: Tatiani Safitri Editor : Abi Abdul Jabbar
