IBADAH.ID, SEMARANG – Postingan instagram Ustadz Abdul Somad (UAS) di instagram pribadi miliknya tengah menjadi perbincangan hangat masyarakat tanah air. Dalam postingannya UAS menuturkan bahwa ada beberapa ancaman dan intimidasi sehingga pihaknya batal menggelar tausiyah di beberapa tempat di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Menanggapi hal ini Pengurus Wilayah Pemuda Ansor Jawa Tengah menilai reaksi yang ditunjukan UAS di media sosial tersebut terlalu berlebihan.
Pernyataan tersebut disampaikan Pengurus Wilayah Pemuda Ansor Jawa Tengah, yang mengirimkan surat pernyataan kepada Polri terkait rencana kegiatan Abdul Somad di Jawa Tengah.
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Sholahuddin Aly menegaskan apa yang dilakukan pihaknya hingga ke jajaran tingkat cabang di daerah lebih pada langkah antisipasi dan meminta pengawasan oleh Polri.
Aly menganggap ceramah yang dilontarkan Abdul Somad banyak “ditunggangi” oleh organisasi terlarang Hitzbut Tahrir Indonesia (HTI).
Terlebih dalam pola lama pergerakannya, kata Solahudin, HTI menggunakan kajian agama dan mencatut nama-nama Ulama untuk menarik massa demi kepentingan politiknya.
“Kami tidak menolak. Beberapa waktu lalu UAS di Semarang juga kami berdiam. Hanya saja, jangan sampai UAS didomplengi oleh HTI, karena pola lama mereka mencatut ulama dan kiai yang punya massa banyak. HTI sangat berbahaya karena inginnya memecah belah bangsa, mereka minoritas tapi seakan memegang kebenaran agama,” ujar Aly, Senin (3/9).
Aly meminta kepada Polri, dalam hal ini Polda Jawa Tengah, agar jeli dan detail memastikan hanya ada bendera Indonesia dan lagu Indonesia Raya yang mewarnai kegiatan Abdul Somad.
“Jangan sampai ada atribut-atribut selain bendera merah putih Indonesia dan lagu Indonesia Raya. Atribut seperti bendera, yel-yel dan kampanye biasanya yang digunakan HTI,” tambah Aly.
Menanggapi kegaduhan di media sosial soal pro-kontra tentang ceramah Abdul Somad, pihak Ansor justru meminta UAS memberikan klarifikasi. Karena menurutnya apa yang ditolak oleh netizen tentang Somad terlihat jelas dari jejak digital Somad sendiri.
“Kalau di sini ramai warga netizen menolak UAS, itu ya karena ucapan-ucapan UAS di medsos sendiri. Jadi UAS harus menanggapinya dengan memberikan klarifikasi”, kata Aly.
