Hal ini berdasarkan kesepakatan warga karena tiang-tiang penyangga, tembok dan atap masjid sudah terliihat mau rubuh, demikian beliau menambahkan.
Hadriansyah salah seorang relawan yang berada dilokasi ketika ditanya mengatakan bangunan masjid berbahaya bila dibiarkan karena dekat dengan lokasi tempat tinggal warga. Hal ini disebabkan jalan keluar masuk menuju pemukiman melalui komplek masjid tersebut.
Lebih lanjut Hadriansyah mengatakan bahwa Wahana Muda Indonesia lembaga yang dpimpinnya sudah berusaha membantu warga mengurus peminjaman alat berat kepada pihak aparat. Namun prosesnya cukup panjang dan berbelit.
“Laporan dari tim kami yang mengurus ke pihak bilang prosesnya harus dari takmir lapor ke kadus lalu kadus lapor ke kades, kades lapor ke kecamatan, camat lapor ke bupati dan baru bupati memberikan instruksi/memo untuk mengeluarkan alat berat. Padahal kondisi sudah sangat membahayakan” ujar Hardiansyah kepada awak media melalui rilis yang diterima, Senin (27/8).
Sabtu sore akhirnya warga dan relawan memutuskan untuk merubuhkan bangunan tersebut secara manual dengan peralatan alakadarnya yang sebenarnya jauh dari kata aman. (Tio/Kontributor).
