Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Tunggal Putera Squash Indonesia Tersingkir di 16 besar

Abi Abdul Jabbar Sidik
23 August 2018 | 20:25
rubrik: Sosok
Tunggal Putera Squash Indonesia Tersingkir di 16 besar

Pertandingan Agung Wilant asal Indonesia vs Au Chun Min asal Hongkong. (foto:ibadah.id)

Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID, JAKARTA – langkah tim Tunggal Putera Squash Indonesia di Asian Games 2018 harus terhenti di babak 16 besar setelah atlet andalannya,  Agung Wilant dipaksa menyerah oleh atlet Hongkong Au Chun Min pada babak kedua pertandingan Cabang Olahraga Squash,  Kamis (23/08) sore di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Kekalahan Awil,  sapaan akrab Agung,  di babak 16 besar memastikan Tim Tunggal putera Squash Indonesia tanpa gelar dalam debutan pertamanya di ajang Asian Games 2018.

Sepanjang pertandingan Awil tak melakukan banyak manuver untuk menekan Au Chun Min. Sebaliknya Chun, yang mendapat momentum sejak gim pertama menekan Awil di hampir semua set yang dimainkan.  Hasilnya, Awil kalah 3 set langsung dengan skor 11-3, 11-3 dan 11-4 dari Chun.

Usai pertandingan,  Awil terlihat mengeluhkan kondisi fisiknya yang kelelahan akibat harus melakoni 2 partai sekaligus dalam satu hari.

Awil merupakan satu satunya wakil Indonesia yang melaju ke babak 16 besar di cabang olahraga Squash.  Awil, pada babak pertama,  berhasil mengalahkan wakil asal Macau Liu Tsun Man  dengan skor akhir 3-2 [ 12-10 (MAC), 11-9 (MAC), 11-3 (INA), 11-4 (INA), 11-4 (INA) ].

Sebelumnya Pelatih kepala Timnas Squash, Nuryanto, mengatakan memang tak memasang tarhet muluk muluk bagi tim squash Indonesia.

Ia menilai jam terbang pemain Tanah Air kurang karena jarang mengikuti turnamen di luar negeri.

“Teknik dan fisik cukup bisa bersaing. Yang kurang itu jam terbang, rata-rata lawan punya rangking dan ikut turnamen tiap bulan. Jadi target di Asian Games adalah perbaiki rangking,” kata Nuryanto.

“Kalau beregu harapannya lolos grup dan nomor individu targetnya tampil terbaik saja, kalau dapat perunggu sudah luar biasa. Fokusnya hanya cari pengalaman,” tegasnya.

See also  Kisah Habib Bugak Kumpulkan Dana untuk Tanah Wakaf di Makkah

Di SEA Games 2017, cabor squash Indonesia berada di peringkat empat dengan satu perak dan tiga perunggu. Sementara Malaysia menjadi yang terbaik dengan enam emas. Level Asia, jagoan squash adalah Hong Kong, Jepang, India, dan Pakistan. Sementara Indonesia ada diperingkat belasan.

Dalam laga perdananya di Asian Games 2018 tim nasional Squash Indonesia menurunkan delapan atlet yang akan bertarung dalam nomor pertandingan tungga putra, tunggal putri, beregu putra, dan beregu putri.

Tags: Agung WilantSquash Indonesia
Previous Post

Menengok Kesibukan Juru Penerjemah Delegasi Asian Games di Smesco Indonesia

Next Post

Peran Indonesia Dinilai Dapat Mendorong Kerjasama Strategis Bidang Obat di Negara Anggota OKI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks