IBADAH.ID, JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendorong kemerdekaan peternak-peternak Indonesia, terutama di kawasan pedesaan untuk bisa mencapai kesejahteraan dengan menginisiasi program “Kurban Berdayakan Desa”.
Deputi BAZNAS, Arifin Purwakananta mengatakan ibadah kurban menyimpan potensi ekonomi yang tinggi, menjanjikan perputaran uang dalam jumlah yang besar yang bisa dinikmati peternak jika didukung dengan sistem yang baik.
“Kemerdekaan bagi peternak ialah jika mereka dapat menikmati hasil yang layak dari jerih payah sendiri. Potensi itu sangat besar pada momentum kurban,” katanya di Jakarta Sabtu (18/8).
Program “Kurban Berdayakan Desa” akan dilakukan dengan bukan hanya melayani pekurban beribadah namun juga memiliki nilai tambah untuk bagi kesejahteraan peternak. Caranya dengan membeli langsung hewan-hewan kurban pada peternak kecil, menyembelih dan mendistribusikan dagingnya pada lingkungan mereka.
“Jadi ternak mereka terbeli dan mendapatkan asupan gizi. Secara ekonomi dan kesehatan, kurban memberdayakan mereka,” kata Arifin.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM), Ajat Sudrajat mengatakan setiap penyelenggaraan ibadah kurban, terbuka pasar hewan yang jelas waktu dan besar kebutuhannya.
Karena itu, menurutnya bisa menjadi pedoman para peternak mengembangkan usaha dengan orientasi memenuhi kebutuhan hewan kurban. Permintaan hewan kurban setiap tahun, kata dia juga tumbuh seiring dengan peningkatan pendapatan dan kesejahteran kaum muslim. (Tio/Kontributor.)
