Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Muslimah Mau Ikut Kajian Masjid Nabawi? Bisa Masuk Lewat 4 Titik Ini

Abi Abdul Jabbar Sidik
2 November 2026 | 08:30
rubrik: Haji & Umrah, Kabar Tanah Suci
Muslimah Mau Ikut Kajian Masjid Nabawi? Bisa Masuk Lewat 4 Titik Ini

Jemaah perempuan bisa menyimak kajian di Masjid Nabawi melalui empat titik di area timur dan barat. Kenali gerbang dan panduan lokasinya. (Foto:Ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, MADINAH – Berkunjung ke Masjid Nabawi di Madinah bukan hanya menjadi kesempatan untuk salat dan berziarah. Jemaah perempuan juga dapat memanfaatkan waktu di masjid untuk menambah ilmu melalui kajian Islam yang disampaikan para ulama.

Namun, menemukan tempat untuk menyimak kajian tidak selalu mudah bagi pengunjung yang baru pertama kali datang. Pemateri biasanya berada di area laki-laki, sementara jemaah perempuan dapat mendengarkan materi dari sejumlah titik di sisi lain pembatas melalui pengeras suara.

Laporan The Islamic Information pada 30 Oktober 2026 merinci empat akses yang bisa dijadikan panduan, masing-masing dua di area perluasan timur dan dua di area perluasan barat Masjid Nabawi.

4 Lokasi untuk Menyimak Kajian di Masjid Nabawi

1. Perluasan timur melalui Gerbang 26

Jemaah perempuan yang masuk melalui Gerbang 26 dapat berjalan menuju bagian paling depan area perempuan, mendekati dinding timur masjid. Titik yang dituju berada di sekitar kubah geser atau kubah yang dapat dibuka dan ditutup.

Lokasi tersebut disebut sebagai salah satu tempat yang memungkinkan suara kajian dari area laki-laki terdengar. Jemaah dapat menjadikannya patokan ketika mencari posisi untuk menyimak pelajaran agama.

2. Perluasan timur melalui Gerbang 24

Pilihan berikutnya adalah masuk melalui Gerbang 24. Dari pintu ini, jemaah diarahkan berjalan menyerong ke kanan hingga menemukan pembatas berwarna cokelat dengan kisi-kisi kayu.

Pembatas tersebut menjadi penanda penting untuk menemukan area yang dimaksud. Jemaah sebaiknya tetap memperhatikan petunjuk di lokasi dan arahan petugas, terutama apabila terdapat perubahan pengaturan akses.

3. Perluasan barat melalui Gerbang 17

Di area perluasan barat, jemaah perempuan dapat masuk melalui Gerbang 17. Setelah masuk, berjalanlah menuju kubah geser pertama yang terlihat di depan, kemudian cari posisi di sisi kirinya.

See also  Sunah-sunah dalam Ibadah Haji

Titik ini termasuk lokasi yang disebut memungkinkan jemaah perempuan mendengarkan kajian dari area laki-laki. Karena kondisi dan pengaturan ruang dapat berubah, petunjuk tersebut sebaiknya digunakan sebagai panduan awal, bukan jaminan bahwa posisi yang sama selalu tersedia.

4. Perluasan barat melalui Gerbang 16

Alternatif lainnya adalah Gerbang 16. Dari pintu masuk, jemaah dapat berjalan lurus menuju bagian depan hingga menemukan pembatas berkisi-kisi berwarna cokelat yang berada di bawah dua kubah.

Di sekitar pembatas itulah suara kajian disebut dapat terdengar. Bagi jemaah yang belum mengenali tata letak masjid, menyebut nomor gerbang dan ciri pembatas kepada petugas dapat membantu memperjelas arah yang hendak dituju.

Kajian Berlangsung Setelah Subuh, Asar, dan Magrib

Selain mengetahui lokasi, jemaah perempuan perlu memperhatikan waktu pelaksanaan kajian. Menurut laporan The Islamic Information, kajian dapat berlangsung setelah salat Subuh, Asar, dan Magrib. Waktu pelaksanaan serta ulama yang mengisi kajian dapat berbeda.

Sejumlah nama yang disebut dalam laporan tersebut antara lain Syekh Abdul Razzaq Al-Badr, Syekh Sulaiman Ar-Ruhaili, Syekh Abdullah Zahim, Syekh Hasan Bukhari, dan Syekh Abdul Latif Asy-Syamaani. Nama Syekh Abdurrahman As-Sudais juga disebut dalam konteks imam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang dapat mengisi kajian.

Daftar tersebut bukan jadwal tetap yang menjamin setiap ulama hadir pada waktu tertentu. Jemaah sebaiknya mencari informasi terbaru setibanya di Masjid Nabawi atau bertanya kepada petugas mengenai kajian yang sedang berlangsung.

Pastikan Akses Sebelum Berangkat ke Lokasi

Empat titik tersebut dapat membantu jemaah perempuan merencanakan perjalanan di dalam masjid, khususnya jika ingin mengikuti kajian di sela waktu ibadah. Datang lebih awal juga memberi kesempatan untuk mencari lokasi tanpa harus terburu-buru ketika kajian akan dimulai.

See also  Sepekan Pertama, 94Ribu Jemaah Haji Reguler Lunasi BPIH 2019

Meski demikian, nomor gerbang dan arah berjalan perlu disesuaikan dengan kondisi operasional pada hari kunjungan. Petugas dapat mengatur akses atau mengarahkan jemaah ke area lain sesuai kebutuhan pelayanan dan kepadatan.

Dengan mengetahui patokan lokasi sejak awal, jemaah perempuan memiliki gambaran yang lebih jelas tentang tempat untuk menyimak kajian. Jika titik yang dituju tidak dapat diakses, petunjuk petugas di Masjid Nabawi tetap menjadi acuan utama.

Tags: info umrahinof hajijemaah perempuanjemaah umrahkajian masjid nabawiMasjid Nabawimuslimahpintu masjid nabawi
Previous Post

Takut Terjebak Kerumunan di Nabawi? Jemaah Bisa Cek Layar Digital Ini Buat Bantu Navigasi!

Next Post

Potensi Keuangan Syariah Rp3.231 Triliun, Mengapa Penggunanya Masih Sedikit?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks