Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

BSI Siapkan Rights Issue, Bidik Pembiayaan Tumbuh dan Free Float Naik

Abi Abdul Jabbar Sidik
16 October 2026 | 07:00
rubrik: Ekonomi Syariah
BSI Siapkan Rights Issue, Bidik Pembiayaan Tumbuh dan Free Float Naik

BSI menyiapkan rights issue untuk memperkuat pembiayaan dan memenuhi ketentuan free float. BSI juga membidik peluang masuk indeks LQ45. (Foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI menyiapkan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II atau rights issue. Aksi korporasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pembiayaan sekaligus memenuhi ketentuan minimum saham yang beredar di publik atau free float.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan kebutuhan penguatan modal sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan perseroan yang masih tinggi. Hingga Agustus 2026, pembiayaan BSI tumbuh 16,21 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp344 triliun.

“Harapannya, kalau bicara pemanfaatan pasti banyak, kan kita loan growth masih cukup cukup kencang,” kata Anggoro dalam wawancara cegat usai konferensi pers BSI International Expo 2026 di Jakarta, Kamis.

Pembiayaan Tumbuh 16,21 Persen

Pertumbuhan pembiayaan tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan dana pihak ketiga (DPK). Hingga Agustus 2026, DPK BSI tumbuh 17,71 persen secara tahunan menjadi Rp389 triliun.

Dari jumlah tersebut, dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) mencapai Rp246 triliun. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu pertimbangan BSI dalam memperkuat kapasitas permodalan agar dapat menopang ekspansi usaha.

Selain memperkuat kapasitas pembiayaan, rights issue juga memiliki tujuan lain, yakni meningkatkan porsi saham yang beredar di publik. Saat ini, kepemilikan masyarakat nonwarkat di BSI baru mencapai 9,9 persen.

“Tujuan kedua untuk memenuhi syarat free float. Kan kita baru 9,9 persen. Harapannya nanti kita bisa sesuai dengan ketentuan, sehingga bisa masuk juga ke LQ45,” kata Anggoro.

Terbitkan Maksimal 6,8 Miliar Saham

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan perseroan pada akhir September 2026, BSI berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 6,8 miliar saham Seri B melalui PMHMETD II. Saham tersebut memiliki nilai nominal Rp500 per saham.

See also  BPJPH Perkuat Pengendalian Sertifikasi Halal, Cegah Gratifikasi dan Risiko Korupsi

Sebelum aksi korporasi dilaksanakan, BSI akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pada 6 November 2026.

Adapun pelaksanaan PMHMETD II ditargetkan berlangsung dan selesai pada kuartal I 2027. Seluruh dana yang diperoleh dari aksi tersebut, setelah dikurangi biaya dan pengeluaran terkait emisi saham baru, akan digunakan untuk penyaluran pembiayaan.

Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung pertumbuhan usaha perseroan sekaligus memperkuat kapasitas permodalan dalam menghadapi ekspansi bisnis.

Modal Diproyeksi Naik Jadi Rp64,41 Triliun

Struktur kepemilikan BSI saat ini masih didominasi oleh sejumlah bank milik negara. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memegang 51,47 persen saham, disusul PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk-Divisi PPA sebesar 23,24 persen dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar 15,38 persen. Sisanya dimiliki masyarakat nonwarkat.

Sejalan dengan rencana penguatan modal, permodalan untuk mendukung bisnis BSI pada 2027 diproyeksikan meningkat menjadi Rp64,41 triliun dari Rp51,07 triliun pada 2026.

Capital Adequacy Ratio (CAR) perseroan juga diproyeksikan naik dari 20,38 persen pada 2026 menjadi 23,31 persen pada 2027. Penguatan tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan skala usaha BSI secara berkelanjutan.

Selain itu, penguatan permodalan diarahkan untuk mendukung upaya perseroan meningkatkan kelompok bank berdasarkan modal inti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tags: Bank BSIBank SyariahEkonomi Syariahfree floatpembiayaan syariahright issue bsi
Previous Post

BSI Targetkan Cabang Jeddah Beroperasi Januari 2027, Persiapan Sudah 80 Persen

Next Post

BI Kenalkan Booster 3S untuk Percepat Ekonomi Syariah di Daerah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks