Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Ziarah ke Masjid Nabawi? Ini Fakta Area Makam Rasulullah yang Perlu Diketahui Jemaah

Abi Abdul Jabbar Sidik
11 September 2026 | 13:00
rubrik: Islam Digest, Khazanah Islam
Ziarah ke Masjid Nabawi? Ini Fakta Area Makam Rasulullah yang Perlu Diketahui Jemaah

Makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi tidak dapat dilihat secara langsung. Kenali Kamar Suci Nabi, tiga makam di dalamnya, Mawajahah, serta sejarah lapisan pelindung dan Kubah Hijau.

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, MADINAH — Jemaah yang datang ke Masjid Nabawi dapat berdiri sangat dekat dengan tempat peristirahatan terakhir Nabi Muhammad SAW. Namun, makam Rasulullah SAW yang sebenarnya tidak terlihat secara langsung dari area yang dilalui para peziarah.

Makam Nabi berada di dalam Kamar Suci Nabi atau Al-Hujrah An-Nabawiyah, kawasan yang dahulu merupakan kediaman Aisyah RA dan kini berada di bagian tenggara Masjid Nabawi.

Di ruangan yang sama juga terdapat makam dua sahabat terdekat Rasulullah SAW sekaligus khalifah pertama dan kedua, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA.

Kawasan tersebut telah mengalami pembangunan dan penguatan perlindungan selama berabad-abad. Karena itu, kisi-kisi dan penghalang yang terlihat oleh jemaah bukanlah makam Rasulullah secara langsung.

Lantas, apa sebenarnya yang berada di balik area tersebut?

1. Rasulullah Dimakamkan di Kamar Aisyah RA

Lokasi makam Nabi Muhammad SAW berkaitan langsung dengan tempat beliau wafat.

Aisyah RA meriwayatkan Rasulullah SAW wafat dan kemudian dimakamkan di rumahnya. Riwayat Sahih Al-Bukhari juga menyebut Nabi dimakamkan di kediaman Aisyah.

Saat Rasulullah SAW wafat, para sahabat sempat membicarakan lokasi pemakaman.

Abu Bakar RA kemudian menyampaikan apa yang pernah didengarnya dari Rasulullah mengenai tempat seorang nabi dimakamkan.

“Seorang Nabi tidak pernah dimakamkan kecuali di tempat ia wafat.”

Riwayat mengenai hal tersebut antara lain terdapat dalam Jami’ At-Tirmidzi.

Rasulullah SAW akhirnya dimakamkan di tempat beliau wafat, yakni kamar Aisyah RA.

Kamar inilah yang kemudian dikenal sebagai bagian dari Kamar Suci Nabi.

2. Tiga Tokoh Dimakamkan di Dalam Kamar Suci

Kamar tersebut tidak hanya menjadi tempat pemakaman Rasulullah SAW.

Setelah wafat, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA juga dimakamkan di sana.

See also  Mau Anak Jadi Ulama? Coba Belajar dari Teladan Ibnu Abbas

Kemudian Umar bin Khattab RA meminta izin kepada Aisyah agar dapat dimakamkan bersama Rasulullah SAW dan Abu Bakar.

Aisyah mengizinkannya. Riwayat Sahih Al-Bukhari mencatat permintaan Umar tersebut menjelang wafatnya.

Dengan demikian, terdapat tiga makam di dalam Kamar Suci Nabi, yakni:

  • Nabi Muhammad SAW
  • Abu Bakar Ash-Shiddiq RA
  • Umar bin Khattab RA

Seluruhnya berada di kawasan yang dahulu merupakan kediaman Aisyah RA.

3. Yang Dilihat Jemaah Bukan Makam secara Langsung

Meski berada sangat dekat, jemaah yang menyampaikan salam kepada Rasulullah SAW tidak melihat makam beliau secara langsung.

Kamar Suci telah dilindungi oleh sejumlah dinding dan struktur penghalang.

Kondisi makam yang tidak ditampakkan secara terbuka juga memiliki landasan sejarah. Dalam riwayat Aisyah RA disebutkan bahwa makam Rasulullah tidak dibuat terbuka agar tidak dijadikan tempat ibadah sebagaimana makam para nabi terdahulu.

Karena itu, jemaah yang berada di sisi luar hanya melihat struktur pelindung dan kisi-kisi kawasan Kamar Suci.

Dengan kata lain, apa yang terlihat dari jalur ziarah bukanlah bentuk makam Nabi Muhammad SAW.

4. Kamar Suci Awalnya Merupakan Rumah Aisyah

Fakta penting lainnya, kawasan tersebut pada awalnya bukan bagian utama dari bangunan masjid seperti yang terlihat sekarang.

Pada masa Rasulullah SAW, rumah-rumah istri Nabi atau hujurat berdiri berdampingan dengan Masjid Nabawi.

Kamar Aisyah menjadi tempat Rasulullah menjalani hari-hari terakhir sebelum wafat.

Aisyah sendiri meriwayatkan Rasulullah SAW dimakamkan di rumahnya.

Dalam perkembangan berikutnya, perluasan Masjid Nabawi memasukkan kawasan rumah-rumah tersebut ke dalam kompleks masjid.

Pada masa Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik, perluasan yang dilakukan sekitar 88 H memasukkan kamar-kamar istri Rasulullah ke area perluasan Masjid Nabawi.

See also  Jadwal Imam Tahajud 10 Malam Terakhir Ramadhan di Dua Masjid Suci

5. Dinding Kamar Dibangun Berlapis

Perlindungan terhadap Kamar Suci berkembang dari masa ke masa.

Saudipedia mencatat Umar bin Abdul Aziz melakukan pembangunan kembali Kamar Suci pada 88 H dan 91 H menggunakan batu hitam dengan ukuran yang mengikuti rumah Rasulullah.

Ia kemudian membangun dinding luar berbentuk lima sisi. Bentuk tersebut dibuat sedemikian rupa agar bangunan Kamar Suci tidak menyerupai Ka’bah.

Perlindungan terus diperkuat pada abad-abad berikutnya.

Pada 668 H, Al-Zahir Baybars membangun struktur kayu berpagar yang memiliki tiga pintu.

Kemudian pada 678 H, Sultan Muhammad bin Qalawun membangun kubah di atas Kamar Suci. Kubah tersebut memiliki bagian bawah berbentuk persegi dan bagian atas berbentuk segi delapan.

Kubah inilah yang menjadi cikal bakal struktur kubah yang kemudian dikenal luas sebagai Kubah Hijau.

6. Kubah Hijau Tidak Berasal dari Zaman Nabi

Kubah Hijau atau Al-Qubbah Al-Khadra kini menjadi salah satu ikon paling mudah dikenali dari Masjid Nabawi.

Namun, struktur kubah tersebut tidak ada pada masa Rasulullah maupun para sahabat.

Saudipedia mencatat kubah pertama di atas Kamar Suci dibangun pada 678 H atau sekitar 1279 M.

Kubah tersebut kemudian beberapa kali mengalami rekonstruksi.

Pada 1233 H, pada masa Sultan Mahmud, bagian kubah dibangun kembali setelah mengalami keretakan.

Kemudian pada 1253 H, kubah dicat hijau hingga akhirnya dikenal sebagai Kubah Hijau.

7. Dua Kebakaran Besar Pernah Menghantam Masjid Nabawi

Masjid Nabawi pernah mengalami kebakaran besar dalam perjalanan sejarahnya.

Kebakaran pertama tercatat terjadi pada 654 H.

Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan besar sehingga sejumlah penguasa Muslim kemudian terlibat dalam upaya pembangunan kembali masjid.

Kebakaran kedua terjadi pada 886 H atau 1481 M.

See also  Masjid Ghamamah, Lokasi Pertama Didirikannya Shalat Raya Ied

Api melalap banyak bagian atap Masjid Nabawi. Setelah kejadian itu, Sultan Qaitbay mengirim pekerja dan material untuk melakukan rekonstruksi besar.

Kubah di atas Kamar Suci juga terdampak peristiwa tersebut dan kemudian diperbarui pada masa Sultan Qaitbay.

Sepanjang berbagai renovasi tersebut, kawasan tempat makam Nabi tetap mendapatkan perlindungan khusus.

Apa Itu Mawajahah?

Jemaah yang berziarah ke kawasan makam Rasulullah juga mengenal area yang disebut Mawajahah.

Istilah ini merujuk pada area tempat jemaah berada menghadap ke arah Kamar Suci untuk menyampaikan salam kepada Nabi Muhammad SAW.

Dari kawasan tersebut pula jemaah menyampaikan salam kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA.

Meski jaraknya sangat dekat dengan Kamar Suci, struktur makam tetap tidak terlihat secara langsung.

Hal tersebut membuat kawasan makam Nabi Muhammad SAW berbeda dengan banyak tempat pemakaman bersejarah lainnya.

Di balik kisi-kisi yang dilihat jutaan peziarah setiap tahun, terdapat kamar yang dahulu menjadi kediaman Aisyah RA, tiga makam tokoh utama dalam sejarah Islam, serta lapisan perlindungan yang dibangun dan diperkuat selama lebih dari seribu tahun.

Tags: abu bakaraisyah rahujrah nabawiyahkamar suci nabikubah hijaumadinahmakam rasulullah SAWMasjid Nabawiumar bin khattab
Previous Post

Halq atau Taqsir? Ini Cara Potong Rambut yang Benar Setelah Umrah

Next Post

The Sakinah Bawa Konsep Baru Wedding Expo, Tak Cuma Bicara soal Pesta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks