Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Aset Perbankan Syariah Tembus Rp1.055 Triliun, INDEF Nilai Fundamental Industri Masih Kuat

Abi Abdul Jabbar Sidik
15 July 2026 | 09:30
rubrik: Ekonomi Syariah
Aset Perbankan Syariah Tembus Rp1.055 Triliun, INDEF Nilai Fundamental Industri Masih Kuat

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi Syariah. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Industri perbankan syariah nasional mencatatkan pertumbuhan aset hingga menembus Rp1.055 triliunpada April 2026. Di tengah sedikit penurunan pangsa pasar yang dinilai bersifat musiman, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai kondisi fundamental industri tetap sehat dan masih memiliki ruang ekspansi yang besar.

Penilaian tersebut disampaikan Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF Nur Hidayah dalam acara Catatan Tengah Tahun Ekonomi Syariah Indonesia 2026 di Universitas Paramadina, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

“Kalau kita melihat fundamental perbankan syariah, sesungguhnya kondisinya cukup sehat,” kata Nur Hidayah.

Menurut dia, nilai aset industri perbankan syariah meningkat dari Rp954,51 triliun pada April 2025 menjadi Rp1.055 triliun pada April 2026. Di sisi lain, pertumbuhan pembiayaan juga tetap terjaga pada kisaran dua digit.

Penurunan Pangsa Pasar Dinilai Bersifat Musiman

Nur menjelaskan penurunan pangsa pasar yang terjadi tidak mencerminkan pelemahan fundamental industri. Kondisi tersebut diperkirakan dipengaruhi oleh siklus setelah momentum Idul Fitri dan Idul Adha.

“Memang ada sedikit penurunan pangsa pasar yang kemungkinan dipengaruhi siklus setelah Idul Fitri dan Idul Adha, tetapi secara keseluruhan ruang ekspansi perbankan syariah masih sangat besar,” ujar Nur Hidayah.

Ia menambahkan sejumlah indikator utama industri masih menunjukkan kinerja yang relatif stabil.

Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat mengalami sedikit penurunan, sementara financing to deposit ratio (FDR) menunjukkan perbaikan. Di sisi lain, return on assets (ROA) sempat meningkat sebelum kembali terkoreksi pada April, sedangkan pembiayaan tumbuh sekitar 10,7 persen secara tahunan.

Inovasi Produk Dinilai Jadi Kunci Daya Saing

Meski fundamental industri dinilai kokoh, Nur menilai perbankan syariah masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan daya saing dibandingkan industri perbankan nasional secara keseluruhan.

See also  Ramai Pinjol Masuk Kamupus, Komisi Fatwa Ungkap Alasan Pengharamannya

Karena itu, transformasi bisnis melalui inovasi produk dinilai menjadi langkah penting agar bank syariah memiliki keunggulan yang berbeda dari bank konvensional.

“Perbankan syariah tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan aset. Diferensiasi produk menjadi kunci agar memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki perbankan konvensional,” kata Nur.

Ia menilai sejumlah inovasi berbasis nilai seperti bank emas (bullion bank), sharia restricted investment account (SRIA), dan cash waqf linked deposit (CWLD) berpotensi menjadi motor baru pertumbuhan industri.

Menurutnya, inovasi tersebut dapat memperkuat intermediasi berbasis aset riil, memperluas sumber pendanaan, meningkatkan transparansi investasi, sekaligus mengintegrasikan fungsi komersial dan sosial dalam sistem keuangan syariah.

Nur berharap pengembangan berbagai instrumen tersebut tidak hanya memperbesar skala industri perbankan syariah, tetapi juga meningkatkan kontribusinya terhadap pembiayaan sektor produktif dan penciptaan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Pengembangan bank emas, syariah, dan CWLD memperkuat karakter syariah melalui optimalisasi aset real, penerapan riskery, serta integrasi keuangan komersial dan sosial sehingga mendukung pembiayaan sektor produktif dan memperluas nilai tambah ekonomi syariah,” tegas dia.

Tags: aset perbankan syariahEkonomi Syariahperbankan syariahSyariah
Previous Post

Arab Saudi Perketat Pengawasan Visa, Overstay Terancam Denda Rp218 Juta hingga Deportasi

Next Post

INDEF: Percuma Punya 10 Juta Sertifikat Halal Kalau RI Cuma Jadi Konsumen!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks