Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Layani 102.705 Jemaah Haji, Garuda Indonesia Catat OTP 94,3%

Abi Abdul Jabbar Sidik
14 July 2026 | 07:30
rubrik: Haji & Umrah
Garuda & Saudi Airlines Jadi Maskapai Resmi Haji 2026, Cek Pembagian Embarkasinya

Penerbangan Jemaah Haji ke Tanah Suci. (foto;ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Garuda Indonesia menuntaskan seluruh operasional penerbangan haji 1447 H/2026 dengan melayani 102.705 jemaah dari 10 embarkasi di Indonesia. Sepanjang penyelenggaraan musim haji tahun ini, maskapai nasional tersebut mencatat tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) kumulatif mencapai 94,3 persen.

Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan mengatakan penyelenggaraan penerbangan haji merupakan amanah nasional yang tidak hanya berkaitan dengan operasional penerbangan, tetapi juga menyangkut pelayanan publik, keselamatan, dan tanggung jawab kemanusiaan.

“Penyelenggaraan penerbangan haji bukan sekadar aktivitas operasional, melainkan amanah nasional yang mempertemukan aspek pelayanan publik, keselamatan penerbangan, dan tanggung jawab kemanusiaan,” kata Glenny dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/07).

Menurut Glenny, keberhasilan menyelesaikan operasional haji tahun ini menjadi bukti komitmen Garuda Indonesia dalam menghadirkan layanan transportasi udara yang aman, andal, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.

Ia menilai capaian OTP yang tetap terjaga menunjukkan penguatan kinerja operasional perusahaan yang terus dilakukan secara berkelanjutan. Pencapaian tersebut juga disebut sejalan dengan agenda transformasi Garuda Indonesia yang berfokus pada peningkatan konsistensi operasional, perbaikan kualitas layanan, serta penguatan kolaborasi di seluruh ekosistem penerbangan.

Penerbangan Terakhir Mendarat di Makassar

Rangkaian operasional haji Garuda Indonesia resmi berakhir setelah pesawat GA-1443 dari Madinah mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Rabu (1/7/2026) pukul 17.05 WITA.

Penerbangan terakhir itu membawa 244 jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 43 Embarkasi Makassar.

Selama fase pemulangan jemaah, Garuda Indonesia membukukan OTP sebesar 90,3 persen. Dengan capaian tersebut, akumulasi tingkat ketepatan waktu pada fase keberangkatan dan pemulangan mencapai 94,3 persen.

“Kami bersyukur seluruh rangkaian operasional dapat diselesaikan dengan baik melalui kolaborasi erat bersama Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Perhubungan, regulator, otoritas kebandarudaraan, serta seluruh mitra operasional yang memiliki komitmen yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah,” ujar Glenny.

Transformasi Layanan Terus Dilanjutkan

Garuda Indonesia menilai keberhasilan operasional haji tahun ini juga mencerminkan perkembangan positif transformasi perusahaan, khususnya dalam memperkuat kesiapan armada, efektivitas koordinasi operasional, serta menjaga konsistensi kualitas pelayanan.

See also  Mulai 2026, Jemaah dengan 11 Penyakit Ini Tak Bisa Berangkat Haji

Menurut Glenny, keberhasilan penyelenggaraan penerbangan haji tidak hanya diukur dari tingkat ketepatan waktu, tetapi juga kemampuan seluruh ekosistem layanan dalam memberikan kenyamanan bagi jemaah, terutama lanjut usia dan mereka yang membutuhkan pendampingan khusus, sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.

“Kami meyakini setiap jemaah berhak mendapatkan perjalanan ibadah yang aman, nyaman, dan bermartabat. Berbagai masukan dan pengalaman selama penyelenggaraan haji tahun ini akan menjadi landasan penting untuk menyempurnakan layanan pada musim haji berikutnya,” katanya.

Pada hari terakhir fase pemulangan, 30 Juni 2026, Garuda Indonesia mengoperasikan penerbangan untuk Kloter 41, 42, dan 43 Embarkasi Makassar serta Kloter 19 Embarkasi Banjarmasin.

Fase pemulangan berlangsung sejak 1 Juni 2026 melalui penerbangan dari Jeddah hingga 15 Juni 2026, kemudian dilanjutkan dari Madinah pada periode 16–30 Juni 2026.

Sebagai maskapai pembawa bendera Indonesia, Garuda Indonesia memandang operasional penerbangan haji sebagai kontribusi strategis dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji nasional. Kompleksitas layanan, mulai dari kesiapan armada, awak pesawat, layanan darat, pengelolaan bagasi, hingga koordinasi lintas pemangku kepentingan, disebut menjadi bagian dari proses transformasi perusahaan untuk membangun operasional penerbangan yang semakin andal, adaptif, dan berkelanjutan.

“Kepercayaan yang diberikan kepada Garuda Indonesia harus terus kami jawab melalui profesionalisme, kolaborasi, serta semangat melayani sepenuh hati,” ujarnya menambahkan.

Tags: garuda Indonesiahaji 2026jemaah hajiPENERBANGAN HAJI
Previous Post

Timur Tengah Memanas, Arab Saudi Tegaskan Kondisi Tetap Stabil bagi Jemaah Umrah

Next Post

Komnas Haji Soroti Skema BPIH 2027, Subsidi Rp64 Juta per Jemaah Dinilai Berisiko bagi Dana Haji

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks