MADANINEWS.ID, Jakarta – Masalah utang menjadi salah satu persoalan yang kerap membebani kehidupan banyak orang, terutama ketika kondisi ekonomi sedang tidak menentu. Dalam Islam, utang bukan sekadar urusan finansial, tetapi juga amanah yang wajib ditunaikan. Karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk berusaha melunasinya sesegera mungkin dan tidak menunda pembayaran tanpa alasan yang dibenarkan.
Di sisi lain, Islam juga memahami bahwa tidak semua orang memiliki kemampuan ekonomi yang sama. Ada kalanya seseorang berada dalam kondisi sulit sehingga belum mampu memenuhi kewajibannya. Dalam keadaan seperti ini, selain terus berikhtiar mencari rezeki yang halal, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa kepada Allah SWT agar diberikan kelapangan, kemudahan, dan jalan keluar dari kesulitan.
Islam Menganjurkan Segera Melunasi Utang
Utang merupakan tanggung jawab yang harus diselesaikan. Rasulullah SAW bahkan mengingatkan agar orang yang mampu tidak menunda pembayaran utangnya.
Dalam buku Seri Fikih Kehidupan karya Ahmad Sarwat disebutkan, Rasulullah SAW bersabda:
“Menunda-nunda pembayaran utang dari orang yang mampu membayarnya adalah perbuatan zalim. Dan apabila salah seorang dari kamu dipindahkan penagihannya kepada orang lain yang mampu, hendaklah ia menerima.” (HR Ahmad dan Abi Syaibah)
Hadits tersebut menjadi peringatan bahwa utang bukan perkara yang boleh dianggap ringan. Namun, bagi orang yang benar-benar mengalami kesulitan ekonomi, Islam mengajarkan agar tetap berusaha semaksimal mungkin sembari memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Doa Pelunas Utang yang Diajarkan Rasulullah SAW
Salah satu doa yang dianjurkan dibaca ketika menghadapi kesulitan ekonomi berasal dari riwayat Ali bin Abi Thalib RA.
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأغْنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Arab latin:
Allahummakfinii bihalaalika ‘an haraamika wa aghnii bifadhlika ‘amman siwaak.
Artinya:
“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal daripada yang haram dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu daripada selain Engkau.” (HR Tirmidzi)
Doa ini mengandung permohonan agar Allah SWT memberikan kecukupan rezeki yang halal sehingga seorang Muslim tidak bergantung kepada selain-Nya.
Doa Memohon Jalan Keluar dari Kesulitan
Ketika menghadapi himpitan ekonomi, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa berikut.
اللَّهُمَّ يَا فَارِجَ الْهَمِّ ، كَاشِفَ الْغَمِّ ، مُجِيبَ دَعْوَةَ الْمُضْطَرِّينَ ، رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَرَحِيمَهُمَا ، أَنْتَ تَرْحَمُنِي ، فَارْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِينِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ
Arab latin:
Allahumma ya farijal ham kasyifal gham mujiba da’watal mudhtharriin rahmanad dunya wal akhirah warahimahuma anta tarhamuni farhamni rahmatan tughnini biha rahmati man siwak.
Artinya:
“Ya Allah, yang menghilangkan kerisauan, yang menghilangkan kesedihan, Maha mengabulkan doa orang yang menderita. Engkau Maha Pengasih kepada seisi dunia dan akhirat dan menyayangi keduanya. Engkau mengasihiku, berilah aku rahmat yang membuatku tidak memerlukan lagi pertolongan selain dari-Mu.”
Doa Berlindung dari Lilitan Utang
Selain memohon kelapangan rezeki, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa agar terhindar dari beratnya beban utang.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Arab latin:
Allahumma innii a’uudzu bika minal hammi wal hazan, wa a’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’uudzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari ketakutan dan kekikiran, dari lilitan utang dan kezaliman orang-orang.”
Doa Memohon Kemudahan Segala Urusan
Dalam berbagai keadaan sulit, termasuk ketika menghadapi masalah ekonomi, umat Islam juga dapat membaca doa yang singkat namun penuh makna berikut.
اَللَّهُمَّ يَسِّرْ وَ لَا تُعَسِّرْ
Arab latin:
Allahumma yassir walaa tu’assir.
Artinya:
“Ya Zat yang memudahkan segala yang sulit, mudahkanlah jangan Engkau persulit.”
Doa Agar Rezeki Diberkahi Allah SWT
Selain memohon kemudahan, seorang Muslim dianjurkan memohon keberkahan atas rezeki yang telah Allah berikan.
بِسْمِ اللهِ عَلَى نَفْسِي وَمَالِي وَدِيْنِيْ. اَللَّهُمَّ رَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا قُدِّرَ لِيْ حَتَّى لَا أُحِبَّ تَعْجِيْلَ مَا أَخَّرْتَ وَلَا تَأْخِيْرَ مَا عَجَّلْتَ
Arab latin:
Bismillâhi ‘ala nafsî wa mâlî wa dînî. Allâhumma radhdhinî bi qadhâ’ika, wa bârik lî fîmâ quddira lî hattâ lâ uhibba ta’jîla mâ akhkharta, wa lâ ta’khîra mâ ‘ajjalta.
Artinya:
“Dengan nama Allah yang menguasai diri, harta, dan agamaku. Tuhanku, kondisikan batinku agar rela menerima ketentuan-Mu. Berkatilah aku pada semua yang ditakdirkan untukku sehingga aku enggan menyegerakan apa yang Kautunda dan enggan menunda apa yang Kausegerakan.”
Dalam Islam, doa bukanlah pengganti usaha. Ketika menghadapi kesulitan ekonomi atau terlilit utang, seorang Muslim tetap diperintahkan bekerja, mencari rezeki yang halal, berhemat, serta memenuhi kewajiban kepada orang lain sesuai kemampuan.
Dengan memperbanyak doa, menjaga kejujuran, dan terus berikhtiar, seorang hamba berharap Allah SWT membukakan pintu rezeki, memberikan kemudahan melunasi utang, serta menghadirkan keberkahan dalam setiap usaha yang dijalani.
