Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Waspada Heatstroke! Suhu di Arab Saudi Diperkirakan Capai 50 Derajat Celsius

Abi Abdul Jabbar Sidik
23 June 2026 | 07:06
rubrik: Haji & Umrah
Suhu Saudi Capai 45 Derajat, Dokter Kasih Tips agar Jamaah Tetap Aman Beribadah

Cuaca Arab Saudi sdi bulan Juni diperkirakan mencapai 50 Derajat. Agar dapat tetap aman dan nyaman beraktifitas diluar ruangan, jemaah diminta memperhatikan tips berikut. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, MAKKAH – Cuaca ekstrem kembali menjadi perhatian di Arab Saudi. Dalam beberapa hari ke depan, suhu udara di sejumlah wilayah diperkirakan menembus 50 derajat Celsius, kondisi yang dinilai berisiko bagi kesehatan masyarakat, termasuk jemaah haji yang masih berada di Tanah Suci.

Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM) memprediksi gelombang panas akan melanda sejumlah kawasan utama pada periode 20-25 Juni 2026. Wilayah yang terdampak meliputi Provinsi Timur, Riyadh, Al-Qassim, Madinah, hingga Perbatasan Utara.

Berdasarkan laporan yang dikutip Saudi Gazette, suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Provinsi Timur.

“Provinsi Timur diperkirakan akan mengalami suhu antara 47 hingga 50 derajat Celsius. Sementara itu, suhu di Riyadh, Qassim, Madinah, dan Perbatasan Utara diperkirakan antara 45 hingga 47 derajat Celsius,” lapor Saudi Gazette merujuk pada NCM, Jumat (19/6/2026).

Prakiraan tersebut muncul saat proses pemulangan jemaah haji ke berbagai negara masih berlangsung. Sebagian jemaah Indonesia saat ini juga masih berada di Madinah untuk menyelesaikan rangkaian akhir perjalanan ibadah sebelum kembali ke Tanah Air.

Juni Jadi Periode Paling Panas

NCM menyebut kondisi panas ekstrem tersebut sejalan dengan karakteristik cuaca Arab Saudi pada bulan Juni.

Berdasarkan pemantauan jangka panjang lembaga tersebut, Juni merupakan periode paling panas sekaligus paling kering sepanjang tahun di Kerajaan Arab Saudi.

Kondisi ini membuat jemaah dan masyarakat diimbau lebih memperhatikan kesehatan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.

Paparan suhu tinggi dalam durasi panjang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari dehidrasi hingga heatstroke yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa apabila tidak segera ditangani.

Heatstroke Jadi Ancaman Saat Cuaca Ekstrem

Salah satu risiko kesehatan yang perlu diwaspadai selama gelombang panas adalah heatstroke atau sengatan panas.

See also  Curah Hujan Diprediksi Meningkat 50% di Arab Saudi Selama Musim Dingin

Mengacu pada Tuntunan Manasik Haji dan Umrah yang diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah RI, heatstroke dapat menyebabkan suhu tubuh meningkat secara drastis hingga mencapai 41 derajat Celsius hanya dalam waktu 10 hingga 15 menit.

Kondisi tersebut juga dapat memperburuk penyakit yang sudah diderita seseorang serta mengganggu fungsi organ tubuh.

Untuk mengurangi risiko heatstroke, jemaah dianjurkan mencukupi waktu istirahat dan menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama.

Selain itu, jemaah juga disarankan berada di tempat yang sejuk, memperbanyak konsumsi air putih tanpa menunggu rasa haus, serta menjaga asupan cairan tubuh dengan tambahan oralit bila diperlukan.

Penggunaan pakaian yang longgar dan nyaman, membatasi aktivitas luar ruangan, serta menyemprotkan air ke wajah maupun bagian tubuh yang terbuka juga dianjurkan selama cuaca panas berlangsung.

Kenali Gejala Heatstroke Sejak Dini

Heatstroke umumnya ditandai dengan suhu tubuh di atas 39,5 derajat Celsius yang disertai kulit kemerahan, terasa panas dan kering, denyut nadi cepat dan kuat, pusing, hingga muntah.

Apabila seseorang mengalami gejala tersebut, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memindahkannya ke tempat yang teduh atau ruangan berpendingin udara.

Pakaian penderita sebaiknya dilonggarkan untuk membantu proses pendinginan tubuh. Tubuh juga dapat disiram menggunakan air dingin serta diberikan kompres basah pada bagian leher.

Suhu tubuh perlu terus dipantau hingga turun mendekati 38 derajat Celsius. Setelah kondisi lebih stabil, penderita dianjurkan segera mendapatkan penanganan medis lanjutan dengan menghubungi dokter atau tenaga kesehatan.

Tags: Arab Saudicuaca arab saudicuaca makkahcuaca panasheatstrokeNCM
Previous Post

Gratis! Masjidil Haram Buka Kelas Hafalan Hadis 40 Hari, Ada Akomodasi hingga Sertifikat

Next Post

Kloter Terakhir Diberangkatkan ke Madinah, Operasional Daker Makkah Resmi Berakhir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks