MADANINEWS.ID, MAKKAH — Kemegahan kiswah baru yang kini menyelimuti Ka’bah ternyata tidak hanya lahir dari keterampilan para pengrajin, tetapi juga didukung teknologi canggih. Salah satu teknologi yang digunakan dalam proses pembuatannya adalah mesin jahit terpanjang di dunia yang dilengkapi sistem panduan laser.
Teknologi tersebut digunakan dalam tahap akhir penyusunan kiswah baru Ka’bah yang dikerjakan di Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka’bah di Makkah.
Mesin berukuran raksasa itu berperan penting dalam menyatukan berbagai bagian kain kiswah sehingga menghasilkan jahitan yang presisi dan sesuai dengan standar tinggi yang diterapkan untuk penutup Baitullah.
Empat Panel Raksasa Disatukan Menjadi Kiswah
Kepala Departemen Perakitan dan Penjahitan Kiswah Ka’bah, Salah Abdullah Al-Sulami, menjelaskan proses perakitan dimulai dari pemasangan lapisan dalam berupa kain katun putih yang disiapkan untuk masing-masing sisi Ka’bah.
Lapisan tersebut kemudian disatukan dengan panel-panel sutra hitam yang telah dihiasi bordir ayat-ayat Al-Qur’an dan ornamen khas Islam.
Masing-masing panel sutra memiliki panjang sekitar 14 meter dan lebar satu meter. Seluruh bagian disusun berdasarkan pola geometris yang presisi hingga membentuk kiswah secara utuh.
Berbagai kalimat Islami dan motif geometris yang menghiasi kain juga harus tersambung secara sempurna agar menghasilkan tampilan yang harmonis ketika dipasang di Ka’bah.
Dipandu Sistem Laser
Tahapan paling krusial berada pada proses penyatuan setiap panel kain.
Untuk memastikan seluruh bagian tersambung secara akurat, kompleks produksi kiswah menggunakan salah satu mesin jahit terbesar dan terpanjang di dunia.
Mesin tersebut dilengkapi teknologi kendali laser yang berfungsi mengarahkan jalur jarum dan benang selama proses penjahitan berlangsung.
Teknologi itu memungkinkan setiap sambungan kain tetap lurus, rapi, dan presisi sehingga tidak terjadi pergeseran maupun distorsi pada pola bordir yang telah dibuat sebelumnya.
Dengan bantuan sistem tersebut, setiap bagian kiswah dapat menyatu secara sempurna dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan untuk kain penutup Ka’bah.
Perpaduan Tradisi dan Teknologi
Meski didukung teknologi modern, proses pembuatan kiswah tetap mempertahankan sentuhan keterampilan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Mulai dari tahap awal hingga jahitan terakhir, seluruh proses melibatkan para ahli yang memiliki pengalaman khusus dalam pembuatan kiswah Ka’bah.
Hasil akhirnya bukan sekadar kain penutup bangunan suci, melainkan sebuah mahakarya yang memadukan seni Islam, keahlian para pengrajin, dan teknologi modern.
Kiswah yang telah selesai dirakit menjadi simbol komitmen Arab Saudi dalam menjaga warisan Islam sekaligus melestarikan salah satu tradisi paling penting yang berkaitan dengan Ka’bah, kiblat umat Islam di seluruh dunia.
Sumber: Saudi Press Agency
