Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Eropa hingga Makkah Bakal Tersambung Kereta, Saudi dan Turki Mulai Siapkan Proyek Raksasa Ini

Abi Abdul Jabbar Sidik
15 June 2026 | 06:00
rubrik: Mancanegara, News
Eropa hingga Makkah Bakal Tersambung Kereta, Saudi dan Turki Mulai Siapkan Proyek Raksasa Ini

Arab Saudi dan Turki Capai Kesepakatan untuk menggarap proyek kereta yang hubungkan Eropa hingga Kota Makkah. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

 

MADANINEWS.ID, RIYADH — Ambisi menghadirkan jalur transportasi darat yang menghubungkan Eropa dengan kawasan Teluk kian mendekati tahap perencanaan yang lebih konkret. Arab Saudi dan Turki resmi menjalin kerja sama pengembangan sektor perkeretaapian dan logistik yang membuka peluang terbentuknya koridor kereta lintas negara hingga terhubung ke Makkah dan Madinah.

Kesepakatan itu ditandatangani di Riyadh pada 9 Juni 2026 oleh Menteri Transportasi dan Layanan Logistik Arab Saudi Saleh Al-Jasser serta Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki Abdulkadir Uraloglu.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam dua nota kesepahaman (MoU) yang mencakup pengembangan logistik dan perkeretaapian. Jika terealisasi, proyek ini berpotensi menjadi salah satu jaringan transportasi regional terbesar yang menghubungkan Eropa, Timur Tengah, dan kawasan Teluk Arab.

Jalur Kereta Lintas Negara Disiapkan

MoU pertama berfokus pada sektor logistik, termasuk pembangunan dan pengoperasian pusat logistik, pertukaran pengetahuan, serta berbagai bentuk kolaborasi antara kedua negara.

Adapun MoU kedua mengatur kerja sama perkeretaapian yang mencakup teknologi kereta api, sistem persinyalan dan komunikasi, pembangunan infrastruktur, standar rekayasa, keselamatan, digitalisasi, pengelolaan dampak lingkungan, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Berdasarkan peta koridor yang dipublikasikan Al Arabiya, jalur tersebut direncanakan menghubungkan jaringan kereta di Turki dan Eropa Selatan menuju Suriah melalui Aleppo dan Damaskus. Dari sana, rute berlanjut ke Yordania hingga Pelabuhan Aqaba sebelum memasuki wilayah Arab Saudi.

Di Arab Saudi, koridor tersebut direncanakan melewati sejumlah kawasan strategis, termasuk Makkah Al-Mukarramah, Madinah Al-Munawwarah, dan kawasan futuristik NEOM.

Jalur itu dirancang untuk melayani transportasi penumpang sekaligus distribusi logistik dengan waktu tempuh yang lebih cepat serta biaya yang lebih efisien dibandingkan sejumlah moda transportasi yang tersedia saat ini.

See also  Hadirkan Wisata Gurun Premium, Kereta “Dream of the Desert” Saudi Siap Meluncur di 2026

Hidupkan Kembali Jejak Jalur Haji Bersejarah

Selain aspek ekonomi dan perdagangan, proyek tersebut juga memiliki dimensi sejarah yang kuat. Rencana pengembangan koridor baru ini dikaitkan dengan upaya menghidupkan kembali Jalur Kereta Hejaz yang pernah menjadi salah satu sarana transportasi penting bagi jamaah haji.

Kereta Hejaz mulai beroperasi pada 1908 dan menghubungkan Damaskus dengan Madinah. Jalur tersebut menjadi moda transportasi utama bagi jamaah haji sebelum mengalami kerusakan besar selama Perang Dunia I dan berhenti beroperasi secara penuh.

Melalui pengembangan jaringan kereta modern, konektivitas yang pernah menghubungkan kawasan Syam dengan Tanah Suci berpeluang dibangun kembali dengan dukungan teknologi transportasi masa kini.

Uraloglu mengungkapkan proyek tersebut juga menjadi bagian dari visi jangka panjang yang memungkinkan jaringan kereta diperluas hingga Oman pada masa mendatang.

Pengembangan itu diharapkan mampu menghadirkan alternatif jalur perdagangan regional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap distribusi barang melalui jalur laut, termasuk kawasan Selat Hormuz.

Studi Kelayakan Dikebut hingga Akhir Tahun

Kerja sama Arab Saudi dan Turki ini merupakan kelanjutan dari upaya koordinasi transportasi regional yang telah dimulai sebelumnya.

Pada April 2026, Turki, Suriah, dan Yordania menandatangani memorandum transportasi trilateral di Amman yang berisi komitmen rehabilitasi infrastruktur transportasi lintas batas dalam empat hingga lima tahun ke depan.

Pemerintah Turki juga telah memulai proses pemulihan sejumlah jalur kereta di dekat perbatasan Suriah yang tidak beroperasi selama sekitar 15 tahun.

Menurut Uraloglu, pengujian awal jalur logistik yang menghubungkan Turki dan Arab Saudi melalui Irak telah menunjukkan hasil yang menjanjikan.

“Dua uji coba yang dimulai dari Turki melalui Irak dan berlanjut ke Arab Saudi telah dengan jelas menunjukkan kelayakan rute ini,” katanya.

See also  Arab Saudi 'Islamkan' 347 Ribu Orang dalam 5 Tahun

Sementara itu, Saleh Al-Jasser mengatakan studi kelayakan proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Meski demikian, hingga kini belum ada jadwal pembangunan maupun target operasional layanan penumpang yang diumumkan. Kedua nota kesepahaman tersebut masih berada pada tahap kerja sama dan perencanaan awal.

Tags: Arab Saudijalur hajijalur hijazjalur kereta internasionalkereta apimadinahmakkahturki
Previous Post

Hampir Seribu Tahun Berdakwah, Nabi Nuh AS Tetap Sabar Meski Terus Ditolak Umatnya

Next Post

Tradisi Tahunan Penggantian Kiswah Ka’bah Kembali Digelar Jelang Tahun Baru Islam 1448H

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks