Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Jelang Puncak Haji, Distribusi Makanan Siap Saji untuk Jemaah Dikebut

Abi Abdul Jabbar Sidik
11 May 2026 | 06:00
rubrik: Haji & Umrah
Jelang Puncak Haji, Distribusi Makanan Siap Saji untuk Jemaah Dikebut

Konsumsi jemaah haji 2026. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, MAKKAH – Menjelang fase paling padat dalam operasional ibadah haji, layanan konsumsi jemaah mulai menjadi perhatian utama. Kementerian Haji dan Umrah mempercepat distribusi makanan siap saji atau Ready-to-Eat (RTE) untuk memastikan kebutuhan konsumsi jemaah tetap terpenuhi saat mobilitas meningkat, terutama menjelang dan setelah fase Armuzna.

Percepatan itu dibahas dalam rapat koordinasi teknis di wilayah kerja Makkah pada Minggu (10/5/2026), yang melibatkan mitra penyedia layanan RTE bersama jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Fokus pembahasan mencakup kesiapan distribusi, sinkronisasi logistik, hingga pemantapan jalur penyaluran makanan ke dapur-dapur layanan jemaah.

Distribusi Harus Tuntas Sebelum 4 Dzulhijjah

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi, mengatakan makanan siap saji menjadi komponen penting dalam layanan konsumsi jemaah, khususnya pada fase-fase dengan mobilitas tinggi.

“RTE ini menjadi layanan yang sangat penting karena langsung berkaitan dengan kebutuhan konsumsi jemaah pada fase-fase krusial. Karena itu, distribusinya harus dipastikan berjalan tepat waktu dan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Jaenal.

Menurut dia, distribusi seluruh makanan siap saji harus selesai sebelum tenggat yang telah ditetapkan agar operasional layanan berikutnya tidak terganggu.

“Target kita jelas, seluruh RTE sudah harus terdistribusi ke dapur-dapur layanan paling lambat 4 Dzulhijjah. Ini penting agar tidak ada kendala pada fase layanan berikutnya,” tegasnya.

Disiapkan untuk Fase Krusial Armuzna

Dalam skema layanan yang telah disusun, makanan siap saji tersebut akan digunakan pada fase pra-Armuzna, yakni pada 7 dan 8 Dzulhijjah, serta fase pasca-Armuzna pada 13 Dzulhijjah.

Karena itu, koordinasi antarpihak dinilai menjadi kunci untuk mencegah hambatan distribusi di lapangan. Kementerian meminta seluruh pihak yang terlibat, mulai dari penyedia layanan, pengelola dapur, hingga mitra logistik, bergerak dalam sistem yang terintegrasi.

See also  Saudi Luncurkan Hotline, Jawab Pertanyaan Seputar Haji

Selain mengejar ketepatan waktu distribusi, kualitas layanan konsumsi juga menjadi perhatian agar makanan yang diterima jemaah tetap sesuai standar layanan yang ditetapkan.

Sebagai langkah antisipasi, distribusi makanan siap saji akan dipantau secara berkala untuk mendeteksi potensi kendala operasional lebih dini, sehingga pelayanan konsumsi bagi jemaah tetap berjalan lancar selama puncak ibadah haji.

Tags: armuznahaji 2026jemaah haji indonesiakonsumsi hajilayanan hajimakan jemaah hajimakanan cepat sajiPuncak Haji
Previous Post

Jemaah Haji Banyak Nyasar di Masjidil Haram, Disini Titik Paling Rawannya

Next Post

OTP Penerbangan Haji Tembus 96 Persen, Lebih dari 126 Ribu Jemaah Sudah Diberangkatkan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks