MADANINEWS.ID, MAKKAH – Di tengah luasnya area Masjidil Haram yang mencapai ratusan ribu meter persegi, suara imam tetap terdengar jelas hingga ke sudut-sudut masjid. Di balik kekhusyukan itu, terdapat sistem tata suara berskala besar yang dirancang untuk melayani jutaan jemaah setiap hari.
Mengutip Saudi Press Agency (SPA), sistem pengeras suara di Masjidil Haram mampu menjangkau area sekitar 650.000 meter persegi. Sistem ini didukung oleh 8.000 pengeras suara dan 100 mikrofon yang ditempatkan secara strategis di berbagai titik.
Dengan jumlah jemaah yang sangat besar, kebutuhan akan distribusi suara yang merata menjadi hal krusial. Ribuan speaker tersebut memastikan setiap jemaah, baik di dalam maupun di pelataran masjid, tetap dapat mengikuti jalannya salat dengan jelas.
Penempatan mikrofon juga diatur secara khusus agar mampu menangkap suara imam dengan presisi tinggi sebelum didistribusikan ke seluruh area.
Dijaga 120 Insinyur dan Teknisi
Sistem berskala besar ini tidak berjalan otomatis tanpa pengawasan. Sebanyak 120 insinyur dan teknisi ditugaskan untuk memastikan seluruh perangkat bekerja optimal sepanjang waktu.
Otoritas pengelola, yakni General Authority for the Affairs of the Grand Mosque and the Prophet’s Mosque, menjalankan program pemeliharaan harian untuk menjaga kualitas audio tetap prima.
Tim teknis secara rutin memantau ruang kontrol, melakukan inspeksi setelah waktu salat, serta menyesuaikan sensitivitas mikrofon agar suara tetap jernih dan seimbang.
Diperkuat Teknologi Digital dan Sistem Cadangan
Mengutip Arab News, sistem tata suara Masjidil Haram kini telah diperbarui dengan teknologi digital serta dilengkapi sistem cadangan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan transmisi suara tetap stabil, bahkan saat terjadi gangguan teknis. Dengan sistem ini, potensi gangguan suara saat ibadah dapat diminimalkan.
Selain perangkat audio, sistem ini juga didukung fasilitas pendingin udara berkapasitas 117 ton. Rinciannya, 85 ton digunakan untuk area salat imam dan 32 ton untuk ruang pelayanan.
Pendingin ini berfungsi menjaga stabilitas perangkat audio agar tetap bekerja optimal di tengah suhu tinggi di Makkah.
Beberapa menit sebelum waktu salat, sistem pengeras suara mulai diaktifkan, tepat saat adzan akan dikumandangkan. Proses ini memastikan seluruh perangkat dalam kondisi siap saat ibadah dimulai.
Dengan kombinasi teknologi canggih dan pengawasan intensif, sistem suara Masjidil Haram menjadi salah satu faktor penting yang menjaga kenyamanan dan kekhusyukan jemaah dalam beribadah.
