MADANINEWS.ID, JAKARTA – Paparan sinar matahari ekstrem di Tanah Suci menjadi tantangan serius bagi jamaah haji. Dokter mengingatkan pentingnya perlindungan kulit sejak awal, salah satunya dengan penggunaan tabir surya atau sunscreen ber-SPF tinggi.
Dokter ahli estetika dari Miracle Ultimate Clinic, Dewita Kamaruddin, menyarankan jamaah menggunakan sunscreen dengan SPF minimal 50 hingga 80 untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.
“Pakai aja SPF high. SPF 80 ada. Itu untuk seharian masih oke, bisa untuk seharian,” kata Dewita dilansir antara di Jakarta, Kamis (23/04).
Sun Protection Factor (SPF) merupakan indikator kemampuan sunscreen dalam melindungi kulit dari sinar UVB yang dapat menyebabkan kulit terbakar (sunburn) hingga kanker kulit.
Menurut Dewita, penggunaan SPF tinggi dapat bertahan cukup lama di bawah paparan matahari, bahkan tanpa perlu pengaplikasian ulang hingga lima jam, selama kondisi kulit tidak berkeringat berlebihan.
Cara Pakai yang Tepat
Ia menekankan sunscreen harus digunakan minimal 20 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan agar dapat terserap optimal ke dalam kulit.
“Penggunaannya adalah minimum SPF 50, dan jumlahnya itu harus tepat. Jangan terlalu sedikit, tetapi secukupnya adalah 2 ruas jari. Dan dipakai 20 menit sebelum keluar,” katanya.
Penggunaan ulang bisa dilakukan jika kulit berkeringat atau terkena air, setelah kondisi kulit kembali kering.
Selain perlindungan dari luar, Dewita juga menekankan pentingnya menjaga kelembapan dan ketahanan kulit, terutama menghadapi perubahan cuaca ekstrem antara Indonesia dan Arab Saudi.
Ia menyarankan jamaah melakukan perawatan kulit sekitar dua minggu sebelum keberangkatan, seperti skin booster, perawatan dengan hyaluronic acid, hingga penguatan skin barrier melalui facial atau peeling.
“Pada saat kita sudah ke luar negeri itu cuacanya masih berubah ekstrem dibandingkan dengan di Indonesia, maka wajah bisa terlihat lebih kusam. Sehingga penting sekali untuk merawat sebelum berangkat. Dan ketika kita sudah mengonsultasikan dengan dokter, dokter juga akan meresepkan obat-obat seperti anti-iritasi untuk berjaga-jaga aja,” katanya.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah gangguan kulit selama ibadah haji, mengingat suhu di Tanah Suci dapat mencapai tingkat panas tinggi yang berisiko menyebabkan dehidrasi kulit hingga iritasi.
Dengan perlindungan yang tepat, jamaah diharapkan dapat tetap nyaman menjalankan ibadah tanpa terganggu masalah kulit.
