MADANINEWS.ID, MADINAH – Sebanyak 6.000 armada bus disiapkan untuk melayani mobilitas jemaah haji Indonesia di Madinah pada musim haji 2026. Kesiapan transportasi darat ini dilakukan untuk memastikan pergerakan jemaah sejak kedatangan kloter pertama berjalan tertib, aman, dan nyaman.
Kementerian Haji dan Umrah memperkuat layanan transportasi dengan menggandeng 15 perusahaan untuk mendukung operasional angkutan jemaah di Madinah. Seluruh armada yang digunakan merupakan bus berukuran besar yang dirancang untuk menunjang kenyamanan perjalanan.
Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Madinah, Achmad Muslichuddin Tamdjiz, mengatakan jumlah armada yang disiapkan mencapai ribuan unit.
“Armada yang disiapkan mencapai sekitar 6.000 bus dengan tipe bus besar yang nyaman untuk perjalanan jemaah,” ujarnya.
Meski menggunakan bus besar, pengaturan kapasitas penumpang tetap dikendalikan secara ketat. Setiap rombongan dibatasi agar tidak melebihi jumlah ideal demi menjaga kenyamanan selama perjalanan.
Pembatasan 42 Jemaah per Bus
Pengaturan jumlah penumpang menjadi salah satu fokus utama dalam layanan transportasi tahun ini. Setiap bus hanya akan diisi maksimal 42 jemaah guna menghindari kepadatan.
Selain itu, sistem pendataan jemaah juga diperkuat dengan pencatatan detail mulai dari asal embarkasi, jumlah jemaah, hingga pembagian armada yang digunakan. Skema ini diterapkan untuk mempermudah koordinasi serta pengawasan di lapangan.
Dari sisi alur perjalanan, jarak antara Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz dengan hotel di Madinah diperkirakan hanya sekitar satu jam. Untuk itu, koordinasi antara petugas di bandara dan sektor pemondokan dilakukan secara intensif.
“Begitu jemaah diberangkatkan dari bandara, informasi langsung kami terima agar tim di hotel dapat menyiapkan penyambutan,” jelasnya, saat berada di Kantor Daker Madinah, Selasa (21/04).
Antisipasi Jemaah Tertinggal Disiapkan
Kemenhaj juga menyiapkan skema antisipasi apabila terdapat jemaah yang tertinggal dari rombongan, baik di hotel maupun di titik pergerakan lainnya. Kendaraan operasional tambahan seperti minibus disiapkan untuk memastikan seluruh jemaah tetap terlayani.
“Jika ada jemaah yang tertinggal, kami siapkan kendaraan operasional tambahan untuk menjemput dan memastikan mereka tetap terlayani dengan baik,” tambahnya.
Dengan dukungan armada dalam jumlah besar dan sistem pengelolaan yang lebih terstruktur, layanan transportasi jemaah di Madinah diharapkan berjalan lebih efektif dan memberikan kenyamanan selama menjalankan ibadah.
