MADANINEWS.ID, MAKKAH – Upaya digitalisasi layanan ibadah haji dan umrah di Arab Saudi terus dipercepat seiring meningkatnya mobilitas jamaah global. Salah satu langkah terbarunya adalah peluncuran panduan digital multibahasa yang dirancang untuk membantu jamaah internasional menjalankan ibadah umrah dan ziarah secara lebih tertib, aman, dan terarah.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi merilis panduan umrah dan ziarah yang diterjemahkan ke dalam 16 bahasa asing. Inisiatif ini ditujukan untuk memudahkan jamaah dan pengunjung dari berbagai negara memahami rangkaian ibadah sesuai bahasa masing-masing.
Menurut kementerian, penerbitan panduan multibahasa tersebut merupakan bagian dari strategi transformasi digital guna meningkatkan kualitas layanan bagi jutaan umat Muslim yang setiap tahun datang ke Arab Saudi.
Disusun Kronologis dari Keberangkatan hingga Kepulangan
Panduan bertajuk Umrah and Visit Guide disusun secara berurutan mengikuti alur perjalanan jamaah. Materi dimulai dari tahap persiapan sebelum keberangkatan, termasuk ketentuan visa dan izin, hingga pelaksanaan ibadah seperti ihram, tawaf, dan sa’i.
Penyajian berjenjang ini ditujukan agar jamaah dapat memahami setiap tahapan ibadah secara sistematis dan meminimalkan kebingungan saat berada di lapangan.
Dilengkapi Peta Digital dan Panduan Navigasi
Selain tuntunan ibadah, panduan digital tersebut juga memuat informasi teknis dan logistik. Di dalamnya tersedia tautan menuju peta interaktif, video panduan, serta informasi transportasi dan mobilitas jamaah di area Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Fitur ini dinilai penting untuk membantu jamaah bernavigasi di kawasan masjid yang padat, terutama saat periode ramai kunjungan umrah.
Atur Arus Jamaah hingga Etika di Area Suci
Panduan tersebut juga memuat pedoman perilaku serta pengaturan jamaah. Tujuannya untuk mendukung pengelolaan arus manusia dan menjaga ketertiban di lokasi-lokasi suci, khususnya saat puncak kedatangan jamaah.
Tak hanya mencakup fase kedatangan dan pelaksanaan ibadah, panduan ini turut mencantumkan prosedur kepulangan agar seluruh rangkaian kunjungan jamaah dapat berlangsung dengan lancar.
Kementerian menegaskan panduan digital ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan komunikasi sekaligus menciptakan pengalaman ibadah yang lebih mulus bagi jamaah internasional. Panduan tersebut telah tersedia dan dapat diakses publik melalui situs resmi kementerian.
