Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Bumbu Indonesia Disiapkan untuk Jemaah Haji 2026, Kebutuhan Capai 400 Ton

Abi Abdul Jabbar Sidik
28 January 2026 | 07:30
rubrik: Haji & Umrah
Bumbu Indonesia Disiapkan untuk Jemaah Haji 2026, Kebutuhan Capai 400 Ton

Konsumsi Jemaah Haji. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah mulai mematangkan skema penyediaan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia pada 2026 dengan mendorong ekspor bumbu masakan dan makanan siap santap ke Arab Saudi. Langkah ini dilakukan agar jemaah tetap bisa menikmati cita rasa Nusantara selama berada di Tanah Suci.

Selain untuk kebutuhan konsumsi, kebijakan ini juga diarahkan agar perputaran dana penyelenggaraan haji dapat memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha dalam negeri, khususnya UMKM.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Jaenal Effendi menyebut anggaran operasional haji 2026 mencapai Rp 18,2 triliun. Dana tersebut diharapkan membuka peluang bagi produk lokal masuk ke rantai pasok konsumsi jemaah.

“Bahkan selama ini dirasakan oleh Thailand, oleh Filipina, oleh Australia bahkan, ya, oleh Malaysia. Harapannya ke depan ini bisa mengucur sebagian ke masyarakat Indonesia melalui UMKM yang ada yang kita kasih kesempatan untuk bisa melakukan ekspor ke Saudi untuk pelaksanaan ibadah haji ini,” tutur Jaenal kepada awak media, Selasa (27/1/2026).

22 Jenis Bumbu Disiapkan untuk Haji

Jaenal mengatakan salah satu produk yang sudah berjalan dan akan dimaksimalkan adalah aneka bumbu masakan khas Indonesia.

Total ada 22 jenis bumbu yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah selama di Arab Saudi.

Selain bumbu, pemerintah juga menyiapkan makanan siap santap atau ready-to-eat (RTE), terutama untuk fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Pada fase ini, jemaah tidak memiliki waktu maupun fasilitas memasak sehingga makanan harus langsung siap dikonsumsi.

Kemenhaj juga telah melakukan uji coba produk bumbu dan RTE dengan melibatkan pemasok yang memiliki kualifikasi ekspor.

Total terdapat 10 perusahaan penyedia makanan siap santap dan 10 perusahaan penyedia bumbu masakan yang ikut dalam uji coba tersebut.

See also  BP Haji Sebut Kuota Haji 2026 Tak Dipotong: "Masih 221 Ribu Jemaah"

Seluruh perusahaan telah mengantongi sertifikasi dari Saudi Food and Drug Authority, otoritas setara BPOM di Arab Saudi.

“Lalu kita adakan test food dan cita rasanya sudah Indonesia semua,” ujar Jaenal.

Kebutuhan Bumbu Tembus 400 Ton, RTE Capai 3,9 Juta Paket

Untuk kebutuhan penyelenggaraan haji, Kemenhaj mencatat kebutuhan bumbu masakan mencapai lebih dari 400 ton.

Sementara itu, makanan siap santap disiapkan sekitar 3.900.000 paket untuk dikonsumsi jemaah selama berada di Tanah Suci.

Skala kebutuhan yang besar ini diharapkan menjadi peluang konkret bagi UMKM Indonesia untuk terlibat langsung dalam ekosistem penyelenggaraan haji sekaligus memperluas pasar ekspor ke Arab Saudi.

Tags: bumbu nusantaraekonomi hajiekspor saudihaji 2026katering hajikonsumsi hajilayanan hajimakanan jemaah hajiproduk umkm
Previous Post

Menjelang Haji 2026, Kemenhaj Tetapkan Tiga Prioritas Utama Pelayanan Jemaah

Next Post

Kemenhaj Siapkan Platform Digital Oleh-Oleh Haji, Jamaah Bisa Belanja dari Tanah Air

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks