MADANINEWS.ID, JAKARTA – Bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) terus menelan korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Selasa pagi (9/12/2025), korban meninggal dunia mencapai 962 orang, dengan ratusan lainnya masih hilang atau mengalami luka-luka.
Aceh menjadi provinsi dengan jumlah korban meninggal tertinggi, yakni 389 jiwa, disusul Sumatera Utara 338 jiwa, dan Sumatera Barat 235 jiwa. Sementara itu, korban hilang tercatat 291 orang, dengan Aceh 62 orang, Sumut 136 orang, dan Sumbar 93 orang. Daerah yang paling parah adalah Kabupaten Agam (180 jiwa), Kabupaten Aceh Utara (138 jiwa), dan Tapanuli Selatan (110 jiwa).
Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban yang hilang, sementara pemerintah daerah berupaya mengevakuasi warga terdampak. Selain upaya fisik, Islam mendorong umatnya untuk berdoa agar bencana cepat berlalu dan diberikan keselamatan.
Doa Agar Banjir Cepat Surut
Dalam Islam, hujan adalah rahmat Allah Swt., namun curah hujan tinggi di wilayah dengan drainase buruk bisa memicu banjir. Saat musibah ini melanda, umat Muslim dianjurkan untuk berdoa. Berikut beberapa doa yang bisa diamalkan:
1. Doa agar banjir cepat surut (Q.S. Hud ayat 44)
مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Wa qīla yā arḍubla’ī māaki wa yā samāu aqli’ī wa gīḍal-mā`u wa quḍiyal-amru wastawat ‘alal-jụdiyyi wa qīla bu’dal lil-qaumiẓ-ẓālimīn.
Artinya: “Dan difirmankan: ‘Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,’ dan air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: ‘Binasalah orang-orang yang zalim’.”
2. Doa agar hujan tidak mendatangkan banjir
اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā. Allāhumma ‘alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudharatkan). Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.” (Riwayat Imam Bukhari, dinukil Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, Al-Wabilus Shayyib, hal. 176)
3. Doa saat terkena musibah banjir
إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها
Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’un. Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ.
Artinya: “Kami berasal dari Allah Swt. dan kepadaNyalah kita kembali. Ya Allah, limpahkanlah pahala dalam musibah yang terjadi padaku dan berikanlah ganti yang lebih baik daripada sebelumnya.”
(Hadis riwayat Muslim, Hisn Al-Muslim)
4. Doa saat terjadi banjir
اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا
Allâhumma shayyiban haniyyâ wa sayyiban nâfi’â.
Artinya: “Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat.”
Bencana ini mengingatkan kembali pentingnya kesadaran terhadap tata kelola lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi hujan lebat. Sementara itu, doa menjadi salah satu ikhtiar spiritual yang dianjurkan Islam agar musibah segera berlalu dan keselamatan tetap terjaga.
