Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Tiga Golongan Hamba yang Bisa Merasakan Manisnya Iman

Abi Abdul Jabbar Sidik
1 December 2025 | 15:00
rubrik: Islamika, Renungan Hati
Tiga Golongan Hamba yang Bisa Merasakan Manisnya Iman

Seorang muslim melaksanakan salat tahajud. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta – Dalam Islam, iman bukan sekadar percaya, tapi juga bisa dirasakan manisnya oleh hati seorang hamba. Namun, tidak semua orang bisa merasakannya. Rasulullah ﷺ menyebutkan ada tiga kriteria khusus yang membuat seorang muslim merasakan manisnya iman.

عن أنس ، عن النبي صلى الله عليه وسلم ، قال : ثلاث من كن فيه وجد حلاوة الإيمان : أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما ، وأن يحب المرء لا يحبه إلا لله ، وأن يكره أن يعود في الكفر كما يكره أن يقذف في النار

Artinya: Dari Anas Ra, Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Ada tiga hal yang mana jika ada pada diri seseorang maka ia akan mendapatkan manisnya iman; jika Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, jika ia mencintai seseorang karena Allah, jika ia benci kembali pada kekafiran sebagaimana ia tidak suka jika dilempakan ke neraka.”(HR. Bukhari)

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan, orang yang memiliki ketiga kriteria ini telah mencapai derajat tertinggi keimanan, di mana hatinya merasakan manisnya iman secara sempurna.

Kriteria pertama: Cinta kepada Allah dan Rasul ﷺ lebih besar dari segala hal di dunia. Hati yang menempatkan Allah dan Rasul sebagai pusat cintanya akan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dengan ikhlas.

Kriteria kedua: Cinta kepada seseorang hanya karena Allah. Cinta ini murni karena keimanan, bukan karena hawa nafsu atau kepentingan duniawi.

Kriteria ketiga: Benci kembali pada kekafiran seperti benci dilemparkan ke neraka. Artinya, seorang hamba tidak ingin lagi meninggalkan iman atau meragukan kekuasaan Allah dan Rasul-Nya.

Dengan memahami dan menerapkan ketiga kriteria ini, seorang muslim diyakini bisa merasakan manisnya iman dalam kehidupan sehari-hari, yaitu ketenangan dan kebahagiaan yang lahir dari hati yang penuh keimanan.

See also  Doa Para Nabi dalam Al-Quran
Tags: amal solehcinta allahcinta rasulhadits nabiIslamkeimananmanisnya iman
Previous Post

MUI Tegaskan Bumi dan Bangunan Berpenghuni tak Layak Dikenakan Pajak Berulang

Next Post

Doa Saat Turun Hujan Agar Tidak Mendatangkan Banjir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks