MADANINEWS.ID, JAKARTA – Ghibah atau membicarakan keburukan orang lain seringkali terjadi tanpa kita sadari, baik di lingkungan keluarga, teman, maupun pergaulan sosial. Islam mengajarkan agar kita berhati-hati dalam berbicara dan menjauhi perbuatan yang merugikan orang lain. Syekh Hasan al-Bashri, salah satu ulama salaf terkemuka, membagi ghibah menjadi tiga macam, yang seluruhnya telah disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis.
Menurut Syekh Abu ‘Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakr Al-Anshari al-Qurthubi dalam Tafsir al-QurthubiJuz 16, halaman 335, beliau mengutip ucapan Syekh Hasan al-Bashri:
الغيبة ثلاثة أوجه: و كلها في كتاب الله تعالى، الغيبة والإفك والبهتان، فأما الغيبة فهي أن تقول في أخيك ما هو فيه، وأما الإفك أن تقول فيه ما بلغك عنه، وأما البهتان أن تقول فيه ماليس فيه
Artinya: “Ghibah itu ada tiga gambaran, dan seluruhnya ada di dalam kitabullah ta’ala. Yaitu, ghibah, ifk, dan buhtan. Ghibah adalah engkau membicarakan tentang saudaramu pada perkara yang memang ada padanya. Adapun ifk adalah engkau memberikannya pada berita yang sampai kepadamu tentangnya. Dan adapun buhtan adalah engkau membicarakannya pada perkara yang tidak ada padanya.”
Berikut penjelasan masing-masing jenis ghibah:
-
Al-Ghibah
Al-Ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain yang memang nyata ada pada dirinya. Misalnya menyebut sifat buruk seseorang dengan tujuan “menyampaikan fakta”. Namun, meskipun fakta, tetap termasuk ghibah karena membicarakan keburukan orang lain. -
Al-Ifk
Al-Ifk adalah menyebarkan berita tentang keburukan orang lain yang kita dengar dari orang lain, tetapi belum jelas kebenarannya. Menyebarkan berita yang belum pasti ini berpotensi menimbulkan fitnah dan kesalahpahaman. -
Al-Buhtan
Al-Buhtan adalah membicarakan keburukan orang lain yang sama sekali tidak sesuai dengan fakta. Misalnya ikut-ikutan komentar negatif atas berita viral tanpa memastikan kebenarannya. Tindakan ini termasuk dosa besar karena menuduh orang lain tanpa dasar yang benar.
Islam menekankan untuk menghindari semua bentuk ghibah, karena orang yang gemar bergosip akan merugikan dirinya sendiri. Bahkan amal shalihnya bisa berpindah kepada orang yang dighibahinya.
Dengan memahami tiga macam ghibah ini, kita diingatkan untuk selalu menjaga lisan dan perilaku, serta menyebarkan kebaikan daripada keburukan. Semoga Allah SWT menjauhkan kita dari perbuatan ghibah dan fitnah. Wallahu a’lam bishawab.
