Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Menag Harap Pesantren Jadi ‘The New Baitul Hikmah’, Melahirkan Ilmuwan Hebat Dunia

Abi Abdul Jabbar Sidik
6 November 2025 | 13:00
rubrik: News, Nusantara
Menag Harap Pesantren Jadi ‘The New Baitul Hikmah’, Melahirkan Ilmuwan Hebat Dunia

Menteri Agama Nasaruddin Umar. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap pesantren modern Indonesia bisa tumbuh menjadi “The New Baitul Hikmah” — pusat ilmu pengetahuan yang memadukan akal, wahyu, dan spiritualitas, sebagaimana kejayaan lembaga ilmiah dunia Islam pada masa Dinasti Abbasiyah.

“Pondok pesantren diharapkan menjadi the new Baitul Hikmah yang melahirkan ilmuwan-ilmuwan luar biasa seperti Jabir Ibn Hayyan, Ar-Razi, Ibnu Sina, Ibnu Rusyd dan lain-lain,” ujar Nasaruddin dalam pidato pembuka Annual Conference on Pesantren Education, bertema “Rekognisi, Afirmasi, dan Fasilitasi Pendidikan Pesantren untuk Pendidikan Bermutu dan Berkeadilan”, di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Acara yang digelar oleh Majelis Masyayikh ini dihadiri oleh KH Abdul Ghafar Rozin, Direktur Pesantren Basnang Said, Staf Khusus Menag Gugun Gumilar, serta puluhan pengasuh pesantren, akademisi, dan tokoh ormas Islam.

Dari Baghdad ke Nusantara: Semangat Ilmiah yang Dihidupkan Kembali

Dalam sejarah Islam, Baitul Hikmah atau House of Wisdom di Baghdad menjadi simbol puncak peradaban ilmu pengetahuan. Didirikan oleh Khalifah Harun al-Rasyid dan berkembang pesat pada masa Al-Ma’mun, lembaga ini berfungsi sebagai perpustakaan, pusat penelitian, sekaligus tempat penerjemahan karya-karya besar dunia.

Menag ingin pesantren di Indonesia menjadi cerminan baru dari semangat itu — tempat tumbuhnya intelektual Islam multidisipliner yang menggabungkan sains, teologi, dan filsafat.

“Pesantren berkembang sebagai pusat ilmu pengetahuan yang memadukan kekuatan akal, wahyu, dan spiritualitas,” tegas Nasaruddin.

Sekolah Cari Ilmu dari Guru, Pesantren Cari Ilmu dari Allah

Dalam pidatonya, Menag juga menyoroti perbedaan mendasar antara pendidikan umum dan pendidikan Islam, terutama soal sumber ilmu dan metode pencarian pengetahuan.

“Kalau di sekolah tempat mencari ilmunya guru, kalau di madrasah dan pesantren tempat mencari ilmunya Allah, mursyid, syekh,” ucap Nasaruddin.

See also  Kemenag Gelar Bahtsul Masail, Bahas Haji di Masa Pendemi

Ia menilai sistem pendidikan modern cenderung hanya mengandalkan deduksi akal — logika, analisis, dan sintesis — tanpa melibatkan sisi batin dan spiritualitas.

“Cara mendapatkan sumber keilmuan di sekolah itu hanya satu, yaitu melewati deduksi akal melalui analogi, sintesa, dan analisis akal,” jelasnya.

Pesantren: Ilmu dari Akal, Wahyu, dan Hati

Berbeda dengan sekolah umum, lanjut Menag, pesantren memiliki sumber ilmu yang lebih luas dan mendalam.
Selain rasionalitas, pesantren membuka ruang bagi wahyu, intuisi, mimpi, dan pengalaman spiritual sebagai sumber pengetahuan.

“Kalau di madrasah, tidak hanya reason. Di sana ada beberapa sumber pengetahuan di antaranya deduksi akal, wahyu (Al-Qur’an dan hadis), ada intuisi sebagai peranan kalbu, mimpi sebagai sumber pembelajaran, hingga belajar kepada orang yang sudah wafat. Orang yang sudah wafat masih bisa memberikan efek kepada yang hidup,” tuturnya.

Menag juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara konsentrasi dan kontemplasi dalam sistem pendidikan pesantren.
Menurutnya, pendidikan sekuler hanya menekankan fokus intelektual, sedangkan pesantren menyatukan akal dan hati, menciptakan proses belajar yang intelektual sekaligus spiritual.

“Pendidikan sekuler hanya mengandalkan konsentrasi, sementara di lingkungan pesantren menggabungkan kontemplasi dan konsentrasi,” tandasnya.

Tags: baitul hikmahKemenag RImenag nasaruddin umarpesantren indonesia
Previous Post

6 Pesantren Atasnama ‘Jatidiri Bangsa Indonesia’ Belum Punya Izin Operasional dan NSP

Next Post

Dari Indonesia hingga Sudan, Ini 10 Negara dengan Kuota Haji Terbesar Dunia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks