Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Umrah dari Lampung Masih Harus Transit, Perlu Rp480 Miliar untuk Upgrade Bandara

Abi Abdul Jabbar Sidik
16 September 2025 | 09:30
rubrik: Haji & Umrah
Umrah dari Lampung Masih Harus Transit, Perlu Rp480 Miliar untuk Upgrade Bandara

Bandara Raden Inten Lampung. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, BANDAR LAMPUNG – Lampung punya mimpi besar: jamaah bisa berangkat umrah langsung dari Bandara Internasional Radin Inten II tanpa harus transit ke Jakarta atau Palembang. Tapi rencana ini ternyata masih menemui kendala utama: landasan pacu yang belum siap menampung pesawat berbadan lebar (wide body).

Kepala Dinas Perhubungan Lampung, Bambang Sumbogo, mengungkapkan bahwa secara teknis, bandara saat ini belum memenuhi syarat untuk melayani penerbangan internasional dengan pesawat besar.

“Kemarin sudah ada rapat terkait bandara internasional sesuai Peraturan Menteri Nomor 37. Untuk status internasional, diberikan waktu enam bulan untuk melengkapi rekomendasi CIQ (Custom, Immigration, and Quarantine),” jelas Bambang, Senin (15/9/2025).

Potensi Pasar Umrah Besar, Tapi Infrastruktur Tertinggal

Padahal, Lampung punya potensi jamaah yang luar biasa. Data menunjukkan jumlah jamaah umrah asal Lampung mencapai 23 ribu orang per tahun, jauh di atas syarat minimal 18 ribu.

“Ini sudah berpotensi, kenapa kita tidak memakmurkan masyarakat Lampung. Biayanya nanti juga lebih murah. Kalau sekarang harus ke Jakarta dulu, PP saja bisa habis sekitar Rp1,5 juta,” kata Bambang.

Namun masalahnya, Radin Inten II saat ini hanya bisa melayani pesawat narrow body. Untuk penerbangan umrah langsung dibutuhkan pesawat wide body dengan minimal kapasitas 250 kursi.

“Pavement Classification Number (PCN) landasan kita baru 63. Untuk wide body harus 73–74. Kenaikan itu butuh biaya sekitar Rp480 miliar,” terang Bambang.

Anggaran Jadi Persoalan

Kendala lain muncul dari status pengelolaan bandara yang kini berada di bawah PT Angkasa Pura II. Artinya, proyek peningkatan infrastruktur tidak bisa lagi ditopang oleh dana APBN atau APBD.

“Mungkin satu-satunya jalan adalah lewat adendum Kerjasama Pemanfaatan Aset atau investasi dari Angkasa Pura sendiri. Konsesi kerjasama dengan Dirjen Perhubungan Udara sudah 30 tahun senilai Rp500 miliar,” ungkap Bambang.

Meski tantangannya besar, Bambang tetap optimistis peningkatan daya dukung bandara bakal memberi manfaat ganda.

“Dua keuntungan sekaligus. Satu untuk umrah, satu lagi untuk haji, karena sejak 2010 status kita masih embarkasi antara,” tegasnya.

Jika landasan pacu berhasil ditingkatkan, jamaah Lampung tak hanya bisa berangkat umrah lebih mudah, tapi juga punya peluang menjadi embarkasi haji penuh.

See also  Dalam 25 Tahun, Arab Saudi Layani Lebih dari 54 Juta Jamaah Haji
Tags: bandara lampungbandara radin intenjemaah umrah lampung
Previous Post

Madinah Resmikan Pasar Kurma Sentral, Spot Baru Belanja Jemaah Umrah

Next Post

KPK Bantah Klaim Khalid Basalamah: Haji Khusus Tetap Harus Antre

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks