MADANINEWS.ID, BANDAR LAMPUNG – Lampung punya mimpi besar: jamaah bisa berangkat umrah langsung dari Bandara Internasional Radin Inten II tanpa harus transit ke Jakarta atau Palembang. Tapi rencana ini ternyata masih menemui kendala utama: landasan pacu yang belum siap menampung pesawat berbadan lebar (wide body).
Kepala Dinas Perhubungan Lampung, Bambang Sumbogo, mengungkapkan bahwa secara teknis, bandara saat ini belum memenuhi syarat untuk melayani penerbangan internasional dengan pesawat besar.
“Kemarin sudah ada rapat terkait bandara internasional sesuai Peraturan Menteri Nomor 37. Untuk status internasional, diberikan waktu enam bulan untuk melengkapi rekomendasi CIQ (Custom, Immigration, and Quarantine),” jelas Bambang, Senin (15/9/2025).
Potensi Pasar Umrah Besar, Tapi Infrastruktur Tertinggal
Padahal, Lampung punya potensi jamaah yang luar biasa. Data menunjukkan jumlah jamaah umrah asal Lampung mencapai 23 ribu orang per tahun, jauh di atas syarat minimal 18 ribu.
“Ini sudah berpotensi, kenapa kita tidak memakmurkan masyarakat Lampung. Biayanya nanti juga lebih murah. Kalau sekarang harus ke Jakarta dulu, PP saja bisa habis sekitar Rp1,5 juta,” kata Bambang.
Namun masalahnya, Radin Inten II saat ini hanya bisa melayani pesawat narrow body. Untuk penerbangan umrah langsung dibutuhkan pesawat wide body dengan minimal kapasitas 250 kursi.
“Pavement Classification Number (PCN) landasan kita baru 63. Untuk wide body harus 73–74. Kenaikan itu butuh biaya sekitar Rp480 miliar,” terang Bambang.
Anggaran Jadi Persoalan
Kendala lain muncul dari status pengelolaan bandara yang kini berada di bawah PT Angkasa Pura II. Artinya, proyek peningkatan infrastruktur tidak bisa lagi ditopang oleh dana APBN atau APBD.
“Mungkin satu-satunya jalan adalah lewat adendum Kerjasama Pemanfaatan Aset atau investasi dari Angkasa Pura sendiri. Konsesi kerjasama dengan Dirjen Perhubungan Udara sudah 30 tahun senilai Rp500 miliar,” ungkap Bambang.
Meski tantangannya besar, Bambang tetap optimistis peningkatan daya dukung bandara bakal memberi manfaat ganda.
“Dua keuntungan sekaligus. Satu untuk umrah, satu lagi untuk haji, karena sejak 2010 status kita masih embarkasi antara,” tegasnya.
Jika landasan pacu berhasil ditingkatkan, jamaah Lampung tak hanya bisa berangkat umrah lebih mudah, tapi juga punya peluang menjadi embarkasi haji penuh.
