MADANINEWS.ID, JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menilai peralihan layanan haji dari Kementerian Agama (Kemenag) ke Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) akan menjadi langkah besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan jamaah.
“Kita terus berdoa semoga semuanya sukses. Pelayanan haji bisa dikonsentrasikan dan dilaksanakan oleh lembaga khusus, yaitu Badan Penyelenggara Haji, sementara Kemenag bisa lebih fokus pada pelayanan keagamaan dan pendidikan,” ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, Senin.
Menurutnya, pemisahan fungsi ini sejalan dengan semangat efisiensi birokrasi. Layanan haji diyakini akan lebih profesional, sementara Kemenag bisa memperkuat peran di bidang pendidikan dan pembinaan umat.
Nasaruddin menyebut peralihan ini sebagai langkah strategis untuk mewujudkan layanan haji yang lebih terintegrasi.
“Ini adalah langkah besar untuk mewujudkan pelayanan yang lebih terintegrasi. Harapannya, jamaah haji Indonesia mendapatkan layanan yang semakin baik dari tahun ke tahun,” katanya.
Menag juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya cerdas memberi perhatian khusus pada peningkatan layanan haji.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan fokus perhatian terhadap hal ini,” ujarnya.
Saat ini, pemerintah dan DPR masih membahas revisi Undang-Undang Haji dan Umrah. Salah satu isu krusial adalah rencana peralihan kewenangan penyelenggaraan haji dari Kemenag ke BP Haji.
Jika disahkan, BP Haji akan memiliki mandat penuh dalam pengelolaan ibadah haji mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Sementara itu, Kemenag akan lebih berkonsentrasi pada penguatan layanan pendidikan agama dan pembinaan umat di masyarakat.
